SURABAYAPAGI.COM, Probolinggo - Syaiful (40) mengalami luka di bagian kepalanya usai dianiaya Adi Saputra (24) yang merupakan menantunya dengan sebuah bambu. Akibatnya, Saiful (40) dan Sriani (42) pasutri asal Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo itu melaporkan menantunya ke polisi.
Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Minggu (4/7) lalu.
Baca juga: Ranu Sentong Bakal Jadi Destinasi Wisata Ekologis Baru di Probolinggo
Ihwal perselisihan itu terjadi karena terjadinya kesalahpahaman antara mertua dan menantu. "Dia tidak hanya memukul saya tetapi juga istri saya," kata Syaiful.
"Pertama yang dipukul istri saya hingga tangan kananya mengalami luka lebam. Sedangkan saya mengalami luka robek di bagian kepala karena dipukul dengan bambu oleh menantu," jelasnya saat melaporkan perbuatan menantunya itu ke Mapolsek Leces, Selasa (6/7/2021).
Sriani mengatakan peristiwa penganiayaan bermula saat anak perempuannya yang bernama Sofiatun Ningsih (23), istri dari Adi tengah melahirkan anak kedua dengan proses menjalani operasi sesar.
"Anak saya ikut suaminya. Karena kondisi setelah melahirkan habis operasi, saya ingin merawatnya untuk penyembuhan dan mengajak dia ke rumah saya," katanya.
Menantunya kemudian tidak terima dan mengajak istrinya untuk kembali ke rumah mereka di Leces.
"Akhinya terjadi cekcok. Dan menantu memukul saya dan suami dengan bambu hingga luka," ujar dia.
Baca juga: Menara Air Randu Pangger Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru Berbasis Sejarah dan Edukasi
Adi Saputra mengaku kalau dirinya kesal karena mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan saat menjemput istrinya di rumah mertuanya.
"Tiga kali sudah dengan cara baik-baik. Namun mertua perempuan tidak memperbolehkan istri ikut dengan saya. Sehingga saya emosi dan memukul bahu kiri mertua perempuan dengan bambu. Untuk mertua laki, saya pukul kena bagian kepalanya," kata dia.
Di depan polisi, Adi mengaku bersalah dan menyesal atas perbuatannya.
"Saya menyesal," tukasnya.
Baca juga: Warga Probolinggo Pilih Ngungsi, 4 Desa di Lereng Bromo Terendam Banjir
Kapolsek Leces, AKP Achmad Gandhi mengatakan pihaknya masih melakukan upaya mediasi kepada kedua belah.
"Karena keduanya masih ada hubungan keluarga, antara mertua dan menantu. Apalagi anak yang baru dilahirkan masih berusia tiga minggu," katanya.
Editor : Moch Ilham