SURABAYAPAGI.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan garis kemiskinan pada bulan Maret 2026. Garis kemiskinan merupakan batas pengeluaran yang digunakan untuk membedakan penduduk miskin dan tidak miskin.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud mengatakan, pada Maret 2026, garis kemiskinan tercatat sebesar Rp 669.235 per kapita per bulan, naik 4,33% dibandingkan September 2025 yang sebesar Rp 641.443.
“Penduduk miskin ini adalah penduduk yang memiliki pengeluaran di bawah garis kemiskinan.
Garis kemiskinan ini sebagai batas yang membedakan antara penduduk miskin dan tidak miskin. Garis kemiskinan Maret 2026 sebesar Rp 669.235 per kapita per bulan atau naik 4,33�ri September 2025,” kata Edy dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
BPS mencatat garis kemiskinan di wilayah perkotaan mencapai Rp 692.906 per kapita per bulan, lebih tinggi dibandingkan pedesaan sebesar Rp 635.172 per kapita per bulan. Dibandingkan September 2025, garis kemiskinan di perkotaan naik 4,50%, sedangkan di pedesaan meningkat 4,08%.
Edy menjelaskan, komoditas makanan masih menjadi komponen terbesar dalam pembentukan garis kemiskinan. Peran komoditas makanan mencapai 74,70%, sedangkan komoditas nonmakanan sebesar 25,30%.
Pada kesempatan itu, ia menekankan bahwa penghitungan kemiskinan menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang mengumpulkan informasi pengeluaran pada tingkat rumah tangga.
Karena itu, menurut Edy garis kemiskinan per kapita perlu diterjemahkan menjadi garis kemiskinan rumah tangga. Pada Maret 2026, rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,62 anggota, sehingga garis kemiskinan rumah tangga tercatat sebesar Rp 3.091.866 per bulan.
“Pada Maret 2026, secara rata-rata satu rumah tangga miskin di Indonesia punya 4,62 anggota rumah tangga. Sehingga garis kemiskinan rumah tangga miskin adalah Rp 3.091.866 per bulan. Sekali lagi, garis kemiskinan harus diterjemahkan ke garis kemiskinan rumah tangga yaitu sebesar Rp 3.091.866 per bulan per rumah tangga,” tutup dia. ec,he
Editor : Redaksi