Konsumsi Daging Berlebih Tingkatkan Risiko Kanker

surabayapagi.com
Aneka olahan berbagai daging. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Daging memang santapan yang enak dan mengenyangkan di perut. Namun, makan daging berlebihan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Hal tersebut lantarandaging tidak memiliki kandungan serat dan nutrisi yang bisa melindungi tubuh secara keseluruhan.

Artinya, jika makan asupan protein hewani kebanyakan, Anda juga akan kekurangan serat sehari-harinya. Seperti yang diketahui, kurang serat bisa menyebabkan masalah serius pada pencernaan Anda. Contoh dampak yang bisa Anda dapatkan karena kebanyakan makan daging antara lain perut kembung, sembelit (konstipasi), bahkan BAB berdarah.

Baca juga: Tangani 70 Kasus DBD, Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Pola Hidup Sehat Lewat 3M Plus

Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah menyatakan bahwa orang yang kebanyakan makan daging (daging sapi, ayam, unggas, ikan), setidaknya 30% mudah berisiko terkena penyakit kanker.

Daging mengandung protein hewani, lemak jenuh, dan dalam beberapa kasus senyawa karsinogenik seperti amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH). Senyawa berbahaya tersebut terbentuk selama proses pengolahannya.

HCA contohnya, terbentuk saat daging dimasak pada suhu tinggi. Sedangkan PAH terbentuk saat pembakaran zat organik pada daging, yang mana keduanya diyakini dapat meningkatkan risiko kanker.

Selain itu, kandungan lemak daging dapat meningkatkan produksi hormon, sehingga meningkatkan risiko kanker terkait hormon seperti kanker payudara dan kanker prostat.

Baca juga: Tekan Penyebaran Wabah DBD, Pemkab Bangkalan Gencar Berantas Sarang Nyamuk

Di bawah ini beberapa dampak secara langsung maupun tidak langsung akibat kebanyakan makan daging.

Tubuh yang kebanyakan asupan daging artinya juga akan kelebihan kandungan protein. Kondisi ini akan mengacu pada kondisi ketosis, yang mana tubuh akan membakar lemak untuk dijadikan energi. Pasalnya, tubuh yang terlalu banyak membakar lemak akan menghasilkan bahan kimia bernama keton.

Keton inilah yang akan membuat aroma napas jadi tidak sedap. Meski sudah menyikat gigi ataupun berkumur dengan cairan mulut agar wangi, bau mulut akan susah hilang kalau Anda masih suka mengonsumsi daging dalam jumlah banyak.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Wabah PMK, Pemkab Madiun Gercep Periksa Kesehatan Ternak

Tubuh dan otak nyatanya sangat butuh asupan karbohidrat yang berasal dari tepung dan gula. Asupan karbohidrat ini diperlukan untuk merangsang produksi hormon serotonin sebagai pengatur mood Anda.

Daging apa pun baik itu daging ayam, sapi, maupun kambing memang enak dan bagus untuk memperbesar otot-otot tubuh. Sayangnya, daging tidak memiliki kandungan serat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan serat harian.

Selain itu, Harvard University menyatakan, bahwaorang yang suka makan daging lebih dari 3 kali dalam sehari berisiko terkena kanker usus besar ketimbang mereka yang makan daging lebih sedikit. Dsy17

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru