SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Varian delta virus corona yang kini sudah menyebar di Indonesia lebih berbahaya bagi masyarakat. Selain itu, varian baru virus corona yang berasal dari India itu lebih berbahaya dan banyak menulari masyarakat berusia muda.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh dokter spesialis paru dr. Riyadi Sutarto, Sp.P., bahwa Coronavirus Covid-19 varian Delta memiliki kecepatan lebih tinggi menularkan antar manusia. Di antara kelompok muda, penularannya bahkan 2,5 kali lebih cepat dibandingkan varian Alpha.
Baca juga: Perkuat Pencegahan Penyakit, Pemkot Surabaya Integrasikan Data Rekam Medis Elektronik
"Varian Delta berhubungan juga dengan gejala lebih berat dan juga menyerang usia muda lebih banyak. Dari penelitian di Skotlandia dan Inggris, dia 2,5 kali lebih menular dibandingkan varian Alpha sebelumnya," jelasnya, Kamis (22/7/2021).
Varian Delta kurang lebih menyebabkan keluhan yang sama seperti varian lainnya. Gejala ringan yang dilaporkan meliputi demam, batuk, hingga pilek.
Baca juga: Pemkab Lumajang Sediakan Rumah Singgah Gratis Bagi Pasien Rujukan ke Surabaya
Menurut data yang dihimpun oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), saat ini proporsi kasus Covid-19 anak secara nasional adalah 12,5 persen. Data nasional saat ini proporsi kasus konfirmasi positif Covid-19 pada anak usia 0-18 tahun ini adalah 12,5 persen. Artinya 1 dari 8 kasus konfirmasi itu adalah anak.
Mengingatkan gejala berat penderita covid-19 sulit disembuhkan. Masyarakat tak boleh mengabaikan gejala yang dialami. Warga diminta segera memeriksakan kondisi bila terinfeksi covid-19. Sehingga bisa langsung menjalani perawatan.
Baca juga: Vaksinasi Haji di Surabaya Capai 98 Persen, Ditarget Tuntas Sebelum Keberangkatan ke Tanah Suci
Sementara itu, belum ada treatment khusus terhadap pasien covid-19 mutasi Delta. Jalan satu-satunya perawatan sedini mungkin. Dsy6
Editor : Redaksi