Pemkot Blitar Salurkan Bantuan Kepada Pedagang dan Tukang Becak

surabayapagi.com
Wali kota Blitar Santoso menyerahkan bantuan kepada perwakilan pedagang dan tukang becak, Jum’at (3/9).

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Pedagang dan tukang becak yang berada di kawasan wisata Makam Bung Karno kembali menerima bantuan. Pemkot Blitar menyalurkan 150 paket bantuan yang merupakan CSR dari BRI kepada warga yang terdampak penerapan PPKM berkelanjutan.

Bantuan diberikan secara simbolis dengan diserahkan oleh Wali kota Blitar Santoso kepada perwakilan pedagang dan tukang becak, Jum’at (3/9).

Baca juga: Tetap Eksis Diminati Pasar, Perajin Barongan Jaranan di Kota Blitar Raih Omzet Fantastis

Wali Kota Blitar, Santoso mengatakan penerapan PPKM Level 4 di masa pandemi Covid-19 sangat berdampak kepada tukang becak dan pedagang di kawasan wisata Makam Bung Karno. 

Sebab, selama penerapan PPKM Level 4, Pemkot Blitar terpaksa menutup sementara wisata Makam Bung Karno. 

Penutupan sementara kawasan wisata Makam Bung Karno secara otomatis berdampak pada pendapatan para pedagang dan tukang becak di lokasi. 

"Kota Blitar masih masuk PPKM Level 4. Kami tahu penerapan PPKM Level 4 sangat berdampak terhadap ekonomi para pedagang dan tukang becak di kawasan wisata Makam Bung Karno," kata Santoso. 

Santoso berharap dengan pemberian paket bantuan berupa kebutuhan pokok itu bisa meringankan beban ekonomi para pedagang dan tukang becak di kawasan wisata Makam Bung Karno selama pelaksanaan PPKM Level 4.

"Secara bertahap kami terus memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak pelaksanaan PPKM. Hari ini kami serahkan 150 paket bantuan dari BRI ke pedagang dan tukang becak di kawasan Makam Bung Karno," ujarnya. 

Baca juga: Mas Dhito Doakan Korban Bencana Sumatra, Kirim 6 Truk Bantuan Logistik

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono mengatakan jumlah pelaku usaha wisata di kawasan Makam Bung Karno, PIPP, dan Istana Gebang sekitar 800 orang. 

Para pelaku usaha wisata itu secara bertahap sudah menerima paket bantuan selama pelaksanaan PPKM Level 4.

"Paket bantuan memang tidak bisa diberikan secara serentak kepada pelaku usaha wisata, tetapi secara bertahap. Kami berupaya penyaluran bantuan merata kepada semua pelaku wisata," katanya.

Dikatakannya, dinas belum tahu kapan tempat wisata boleh dibuka kembali. 

Baca juga: HUT Korpri ke-54, Pemkot Mojokerto Salurkan Bantuan bagi Balita Stunting dan Lansia Sebatang Kara

Menurutnya, sesuai aturan pemerintah pusat, selama penerapan PPKM Level 4, tempat wisata masih ditutup sementara. 

"Kami mengikuti aturan dari pemerintah pusat. Kalau ada kebijakan baru akan kami sampaikan," ujarnya.



 

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru