SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Mojokerto menggelar rapat pengembangan sistem jaringan jalan wilayah barat, Rabu (22/12) pagi.
Selain untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa sehari-hari, rapat yang digelar di Kantor Bappeda Litbang, Jalan Jawa Nomor 31, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto ini juga untuk meningkatkan kehidupan sosial ekonomi.
Baca juga: Bulan Vitamin A dan Obat Cacing, Dinkes P2KB Kota Mojokerto Targetkan Seluruh Balita
Kepala Bappeda Litbang Kota Mojokerto, Agung Moeljono mengatakan, jalan merupakan penghubung satu wilayah dengan wilayah lainnya. Adanya penyediaan sarana dan prasarana jalan yang memadai akan meningkatkan aksesibilitas sehingga terciptanya pemerataan pembangunan.
"Hal ini sejalan dengan arahan pengembangan Kota Mojokerto untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi pariwisata bahari. Dengan pengembangan sarana dan prasarana jalan untuk menuju lokasi wisata serta beberapa isu strategis lainnya," terangnya.
Ia menyebut, sejumlah isu strategis terkait pemanfaatan dan pengembangan jaringan jalan di Kota Mojokerto sangatlah banyak dan beragam. Diantaranya, peningkatan kapasitas jalan di Jalan Brawijaya dengan melakukan penutupan saluran guna memperlebar dimensi ruas jalan.
Selain itu, lanjut Agung, pengembangan jalur pejalan kaki berupa pelebaran dan pemeliharaan yang difokuskan pada Kawasan perdagangan, jasa, dan perkantoran, tepatnya di Jalan Mojopahit.
Baca juga: Miliki Ornamen Tak Lazim, Masjid di Mojokerto Punya Ruang Bawah Tanah dengan 6 Musala
"Rencana jaringan pejalan kaki difokuskan di daerah strategis seperti perdagangan jasa dan perkantoran dekat dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial," tegasnya.
Masih kata Agung, rencana jalan lingkar barat yang berdampak pada kemudahan akses ke daerah Kawasan Pariwisata dan dapat menimbulkan pusat perekonomian baru juga masuk dalam isu strategis. Pun demikian juga pembangunan jalan tembusan di surodinawan dan Bluto terkait prasarana IPLT.
"Selain itu pelebaran jalan dan penambahan jaringan jalan pendukung baru untuk aktivitas wisata bahari majapahit di Kelurahan Blooto dan terutama di kelurahan Pulorejo. Serta kajian rencana ruas jalan baru (jaringan jalan lingkar barat) sudah ada. Kajian perencanaan jaringan jalan (sarpras dsb sesuai RTRW)," jlentrehnya.
Pemilihan lokasi sistem jaringan wilayah barat, ujar Agung, mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya adanya akses menuju IPLT. Sebagai jalan penghubung antara Kota Mojokerto dengan Kabupaten Mojokerto.
"Adanya proyek strategis (Taman Bahari) Mempertimbangkan kondisi eksisting dan hasil update pekerjaan peningkatan kapasitas serta perbaikan jalan dari Dinas PUPRPKP yang sudah diselesaikan maupun masih on progress. Hasil Analisa Potensi Rencana Pengembangan Jaringan Jalan Wilayah Barat," tuturnya.
Agung menambahkan, dalam realisasinya, perlu juga dilakukan analisa dan perencanaan peletakan fasilitas pelengkap jalan. Seperti kabel listrik, saluran air, pipa gas, dan lain-lain agar tidak mengganggu aktivitas di bahu maupun badan jalan.
"Perlu dibuat detail alur perencanaan jangka menengah dan jangka panjang terkait pembangunan dan peningkatan sistem jaringan jalan wilayah barat," pungkasnya. Dwi
Editor : Moch Ilham