SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri malam penganugerahan East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026 yang digelar di Legacy Ballroom Surabaya, Kamis (21/5/2026). Ajang ini menjadi wadah apresiasi bagi inovasi pendidikan terbaik di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan EJIES merupakan salah satu forum inovasi pendidikan terbesar di Jawa Timur yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari SMA, SMK, SLB, cabang dinas, hingga unit pelaksana teknis (UPT).
Tingginya antusiasme terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 24.727 pendaftar dengan total 19.765 karya inovasi yang lolos tahap awal seleksi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 250 karya terbaik terpilih pada tahap pertama, sebelum akhirnya disaring menjadi 50 besar melalui penilaian aspek kelayakan dan keberlanjutan oleh akademisi.
“Ajang ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk apresiasi atas lahirnya gagasan dan inovasi yang mampu membawa perubahan nyata di dunia pendidikan,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, karya-karya yang masuk dalam tahap akhir merupakan representasi semangat transformasi pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi masa depan.
Khofifah berharap inovasi yang lahir dari EJIES tidak berhenti sebagai kompetisi semata, melainkan dapat diimplementasikan secara luas di seluruh wilayah Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya hilirisasi inovasi agar manfaatnya dirasakan oleh satuan pendidikan, pendidik, dan peserta didik.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan komitmen berkelanjutan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama di tengah tuntutan global.
“Seluruh insan pendidikan harus terus berinovasi demi meningkatkan kualitas, kompetensi, dan jejaring,” katanya.
Ia optimistis EJIES dapat menjadi penggerak transformasi pendidikan di Jawa Timur sekaligus melahirkan praktik terbaik yang berpotensi menjadi rujukan di tingkat nasional hingga internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyoroti capaian sektor pendidikan vokasi. Hingga semester pertama 2026, sebanyak 4.960 lulusan SMK di Jawa Timur telah diberangkatkan untuk magang dan bekerja di 13 negara.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyebut EJIES lahir dari keyakinan bahwa inovasi merupakan kunci dalam menjawab tantangan global di sektor pendidikan.
“Pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perubahan global. Karena itu, inovasi menjadi hal yang tidak bisa ditawar,” ujarnya.
Ia mendorong para guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan untuk terus menghadirkan terobosan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Apresiasi juga disampaikan oleh Sekretaris Utama Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Andi Taufik. Ia menilai Jawa Timur telah berhasil menetapkan standar tinggi dalam pengembangan inovasi pendidikan di Indonesia.
“Seluruh insan pendidikan di Jawa Timur didorong untuk berinovasi. Ini menjadi kekuatan besar dalam menghadapi tantangan global,” katanya.
Di sisi lain, Direktur Dongseo University Busan, Korea Selatan, Choi Hong Sung, menyampaikan ketertarikannya untuk memperluas kerja sama pendidikan dengan Jawa Timur. Ia juga menawarkan peluang beasiswa bagi mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan studi di kampus tersebut.
Sebagai penutup rangkaian acara, Gubernur Khofifah menyerahkan penghargaan kepada 25 finalis terbaik EJIES 2026 serta satu penghargaan khusus bagi pengirim karya terbanyak.
Editor : Redaksi