SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Perubahan status SMA Negeri 1 Bangil menjadi SMA Negeri Taruna mendapat penolakan keras dari sejumlah pihak. Baik dari pihak alumni, masyarakat Bangil bahkan beberapa tokoh masyarakat juga berpendapat sama yakni menolak.
Meski mendapat penolakan dari berbagai pihak, namun perubahan status SMA Negeri 1 Bangil menjadi SMA Negeri Taruna tetap terjadi. Peresmian perubahan status SMA Negeri 1 Bangil menjadi SMA Negeri Taruna dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah di gedung Grahadi Surabaya pada Januari ini.
Salah satu alumni SMA Negeri 1 Bangil berpendapat perubahan nama SMA Negeri 1 Bangil dinilai tidak cocok, atas alasan tersebut ia menolak.
“Kalau SMA Negeri Bangil diubah jadi SMA Taruna sangat tidak cocok. Karenanya SMAN 1 Bangil sudah pas dengan kondisi lingkungan. Kalau sampai terjadi betul ada perubahan yang jelas bisa menimbulkan persoalan pada warga sekitar. Apapun alasannya, saya selaku warga menolak,” ujar Inda, salah satu alumnus SMA Negeri 1 Bangil kepada wartawan.
Masih dalam keterangannya, ia menyebut beberapa hari sebelumnya, anggota DPRD menanyakan landasan hukum warga menolak perubahan nama SMAN 1 Bangil.
“Dasar pertama jangan pakai SMA Negeri 1 Bangil jadi SMA Taruna karenanya perjalanan yang sangat panjang dan sudah menghasilkan atau mencetak siswa-siswi yang berprestasi . Berakhlak budi pekerti yang baik.”
“Kalau memang terjadi perubahan sekolah justru luar daerah banyak yang sekolah disini otomatis zona zonasi akan merugikan anak-anak di sekitar,” pungkasnya. Her
Editor : Moch Ilham