SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Sebagai upaya untuk mengendalikan harga bahan pokok, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, meluncurkan Warung Inflasi, sekaligus untuk memperkuat kerja sama antardaerah untuk menjaga pasokan komoditas tertentu, seperti cabai dan bahan pangan strategis lainnya.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemkab Sumenep Dadang Dedy Iskandar menjelaskan jika nantinya, Warung Inflasi ditempatkan di Pasar Anom Sumenep dan bekerja sama dengan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Perusahaan Daerah (PD) Sumekar sebagai penyedia berbagai komoditas strategis dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
""Warung Inflasi ini merupakan strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di daerah. Warung ini mulai beroperasi sejak kemarin, sedangkan peluncuran resmi akan dilakukan kemudian, setelah semua bahan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat tersedia," jelasnya, Rabu (17/06/2026).
Sehingga, di tengah kondisi inflasi yang masih berada di kisaran 5 persen, masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kenaikan harga di pasaran. Ia juga mengajak masyarakat berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan agar stabilitas harga tetap terjaga.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik. Pemerintah memastikan stok dan distribusi kebutuhan pokok tetap tersedia dan aman," katanya.
Selain meluncurkan Warung Inflasi, upaya lain yang juga dilakukan Pemkab Sumenep dengan melakukan Gerakan Pangan Murah dan bantuan pangan kepada warga miskin dan kurang mampu di wilayah itu. "Untuk bantuan pangan dan Gerakan Pangan Murah ini, kami bekerja sama dengan Perum Bulog Madura," katanya. sm-02/dsy
Editor : Redaksi