SURABAYAPAGI.com, Batu - Fenomena musiman panen massal memicu Harga sawi dan pakcoy di Pasar Induk Among Tani Kota Batu anjlok drastis. Meski demikian, daya beli konsumen rumah tangga terpantau tetap stabil. Sedangkan di sisi lain, komoditas wortel justru meroket tajam.
DIketahui, kini untuk harga sayuran hijau anjlok tinggal di angka Rp 4 ribu per kilogram. Dan harga komoditas wortel justru naik tembus angka Rp 18 ribu per kilogram. Sementara itu, komoditas andewi relatif kebal dari fluktuasi. Harganya bertahan di level Rp 20 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang sayur di Pasar Induk Among Tani, Antono mengatakan grafik harga di tingkat retail saat ini sepenuhnya mendikte dinamika pasokan di pasar induk dan intensitas dapur umum berskala besar. Namun, di tengah kemerosotan sektor sayur-mayur, kelompok bumbu dapur dan jenis cabai justru memperlihatkan daya tahan yang jauh lebih solid.
“Begitu dapur MBG libur, tumpukan stok sayur tidak terserap maksimal sehingga harga berangsur turun. Beruntung, daya beli masyarakat umum masih cukup ramai untuk menutup perputaran modal,” jelas Anton, Rabu (17/06/2026).
Diketahui, berdasarkan data transaksi harian mencatat harga cabai rawit ajek di angka Rp 60 ribu per kilogram. Disusul cabai merah besar seharga Rp 35 ribu per kilogram, cabai keriting Rp 45 ribu per kilogram, serta komoditas tomat yang tertahan di level Rp10 ribu per kilogram.
Sementara itu, diketahui adanya penurunan harga ini sebagai siklus rutin yang tak terhindarkan setiap kali pasokan ke dapur-dapur umum sekolah disetop. Sehingga, kondisi pasar sebenarnya tetap hidup. Namun, jika hari aktif sekolah berjalan kembali, harga sayuran langsung melesat drastis karena permintaan dapur umum melonjak berkali-kali lipat. bt-01/dsy
Editor : Redaksi