Jalanan Beraspal Pinggir Kota Surabaya Terasa Lewat Jalan Persawahan

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Jalanan di pinggiran Kota Surabaya terasa seperti melalui jalan persawahan, akibat jalan yang rusak dan banyak lobang saluran airnya ditengah jalan.

Dari pantauan Surabayapagi.com, terlihat di daerah Jl. Bumi Indah Balongsari Surabaya banyak tutup selokan yang tidak rata dengan aspal dan sangat mengganggu perjalanan pengendara. Jalan ini merupakan jalan utama bagi banyak masyarakat yang berlalu lalang saat berangkat dan pulang kerja, terutama masyarakat dari wilayah Manukan, Tengger, Candi Lontar dan sekitarnya.

Baca juga: Genjot Pemeliharaan Jalan, Pemkot Surabaya Gelontor Anggaran Rp 40 M

Masyarakat sering melewati untuk menuju ke tempat kerjanya masing masing, baik yang menuju tengah kota maupun yang menuju kawasan industri Margomulyo, Gresik dan sekitarnya.

Banyaknya tutup selokan yang rusak dan terkelupasnya aspal di pinggiran, menyebabkan pengendara harus ekstra hati-hati dan mengurangi kecepatannya.

Baca juga: Ramadan Kondusif, Satpol PP Surabaya Tutup Hiburan dan Tingkatkan Patroli

"Iyaa jalannya udah lama kayak gini, pernah ada perawatan, namun cuma sedikit aja, tidak semuanya diratakan, hanya beberapa lobang aja yang diratakan antara aspal dan tutup salurannya" kata Rizal, warga sekitar.

Kurangnya perhatian Pemkot Surabaya terhadap hal ini, mungkin disebabkan tidak adanya anggaran untuk hal ini, sehingga kenyamanan dan keamanan pengendara yang lewat, terasa kurang mendapat perhatian. Hal ini dapat mengakibatkan pengendara bisa jatuh, karena saat melintasi jalanan terasa goncangan sangat keras.

Baca juga: Jadi Atensi Presiden, DPRD Surabaya Komitmen Perkuat Perlindungan Cagar Budaya di Kota Pahlawan

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada pihak Pemkot Surabaya melalui Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Pematusan, wartawan Surabayapagi.com tidak berhasil mendapat jawaban, karena pejabat yang bertanggung jawab  tidak bisa ditemui dengan alasan tidak ada perjanjian terlebih dahulu. 

 

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru