SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Belasan ribu warga Surabaya saat ini tertolong dengan sistem rekrutmen OS di lingkungan Pemkot Surabaya. Mereka kebanyakan adalah warga MBR atau masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain ada yang menjalankan misi sosial atau Charity, namun tidak sedikit yang memanfaatkan kendaraaan OS karena kebutuhan. Dilakukan rekrutmen terbuka dengan diisi para profesional warga asli Surabaya.
Baca juga: DPRD Surabaya Buka Opsi Baru: Tol Tengah Kota Dipindah ke Timur
"Rekrutmen OS oleh Pemkot Surabaya patut diapresiasi. Inilah upaya taktis memutus mata rantai MBR. Namun tidak boleh selamanya. Harus ada rekrutmen OS berkala," kata Wakil Ketua DPRD AH Thony.
Sebab warga MBR akan terus bertambah. Begitu juga angka pengangguran juga tinggi. Tidak makin berkurang tapi pengangguran akan makin bertambah. Mereka juga perlu diberlakukan secara berkeadilan. Juga mendapat kesempatan yang sama.
Baca juga: Pemkot Surabaya Sabet Tiga Penghargaan Tingkat Nasional dari Kemendagri dan Kemen PKP
Di luar OS yang saat ini ada di lingkungan Pemkot, sebaiknya terus dibekali untuk kemandirian usaha. Mereka bisa menjadi pelaku usaha yang tidak menggantungkan OS. Thony lebih memilih pola rekrutmen berkala dengan memberi kesempatan yang lain.
Sebab di belakang belasan ribu OS saat ini masih menunggu warga yang lain untuk mendapat misi Sosial yang sama menjadi OS. Untuk itu perlu penataan, pengelolaan, dan pembinaan dengan baik.
Baca juga: Pemkot Surabaya Perluas Akses Penyerapan Tenaga Kerja, Tekan Pengangguran Terbuka
"Saya lebih senang membayangkan dari Surabaya akan lahir para entrepreneur-entrepreneur dari OS. Mereka siap dan mampu dengan jiwa usaha. Era digital dan marketplace menjadi kesempatan luas untuk menjalankan usaha," kata AH Thony. Alq
Editor : Moch Ilham