Andok Nasi Jagung dan Jus Goceng, Kiat Wali Kota Ning Ita Bantu Promosikan Warung Kecil

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Kota Mojokerto memang surganya kuliner lezat dan murah. Di kota kecil dengan tiga kecamatan ini, masih banyak dijumpai 'Nasi Goceng' alias Nasi seharga Lima Ribuan.

Salah satunya Nasi Jagung "Aidha" yang terletak di Jalan Raya Meri, Kelurahan Meri Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto. Nasi jagung lengkap dengan lauk dadar jagung, ikan asin, urap-urap dan sambal terasi ini hanya dibanderol Rp. 5000.

Baca juga: Miliki Ornamen Tak Lazim, Masjid di Mojokerto Punya Ruang Bawah Tanah dengan 6 Musala

Tak salah jika warung yang hanya buka pagi hari ini selalu ramai di serbu pembeli.

Salah satunya adalah Wali kota Mojokerto, Ika Puspitasari.

"Ini kuliner sehat, harganya juga murah, seporsi cuma goceng. Selain nasi jagung, kita juga bisa pesan es jus aneka buah. Harganya pun juga ramah dikantong hanya Rp. 6 ribu saja," terang Ning ita sapaan akrab Wali kota ditemui disela sarapan di warung nasi jagung 'Aidha' dan Jus Pojok Kelurahan Meri, Minggu (22/5/2022) pagi.

Ditemani suami, Supriyadi Karima Syaiful dan sang putri Jazeyla Qurrota 'Aina, Wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini nampak menikmati nasi jagung ditemani jus campuran wortel, semangka dan jambu biji.

"Kemarin rapat di gedung dewan kan sampai larut malam, pagi ini butuh di dopping dengan jus buah. Biar stamina pulih dan segar kembali," tukasnya.

Masih kata Ning Ita, ia akan terus berupaya untuk mempromosikan kekayaan kuliner Kota Mojokerto. Karena kota kecil dengan tiga kecamatan ini menjadi surganya belanja bagi masyarakat luar kota.

Baca juga: Musrenbang Kecamatan Magersari jadi Pembuka Perencanaan Pembangunan Kota Mojokerto 2027 di Tingkat Kecamatan

"Banyak warga kabupaten Mojokerto, Jombang dan Sidoarjo yang datang kesini sekedar untuk berwisata belanja. Peluang ini yang kita tangkap untuk kita maksimalkan sebagai upaya pemulihan ekonomi warga pasca pandemi Covid-19," terangnya.

Karena, Ia melihat, banyak warga Kota Mojokerto yang menggantungkan hidupnya sebagai pedagang. Maka untuk mengangkat derajat mereka, diperlukan bantuan promosi guna menggenjot jualannya.

"Makanya saya akan terus keliling kulineran pagi di warung-warung yang tersebar di Kota Mojokerto. Selain untuk mendengar aspirasi warga, juga untuk membantu mempromosikan dagangan mereka," tekadnya.

Sementara itu, Bu IIs (33), pemilik warung nasi jagung 'Aidha' mengaku tak menyangka dengan kunjungan Wali kota Ning Ita. Pasalnya, selama ini pelanggannya hanya dari kalangan biasa saja.

Baca juga: Kunker di Mojokerto, Komisi IX DPR-RI Dukung Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan

"Kaget dan bersyukur, Bu Wali kota sudi mampir dan 'andok' makan di warung saya. Ternyata beliaunya ini tak pilih-pilih makan. Karena meskipun pejabat tinggi tapi mau makan nasi jagung ikan asin," tukasnya.

Senada dikatakan, Bu Titin (43), penjual es jus pojok, ia juga tersanjung dengan kedatangan pucuk pimpinan tertinggi Kota Mojokerto.

"Tadi sempat grogi meladeni Bu Wali, tapi karena beliaunya supel dan ramah akhirnya bisa akrab," pungkasnya. Dwi

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru