SURABAYAPAGI.COM, Jakarta- Menhan Prabowo, saat menghadiri gala diner dalam forum International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 2022, Minggu mendapat pujian dari pakar Malaysia dan Singapura. Terutama penyampaian Prabowo singkat dan tajam. Hoo Chiew Ping yang merupakan dosen senior di National University of Malaysia dan Senior Fellow di ISEAS - Yusof Ishak Institute Singapura. Hoo menganggap isu yang dibawa Prabowo paling menarik karena tidak mengangkat narasi Barat seperti biasanya.
Baca juga: Hari Terakhir, Jokowi Ajak Seluruh Menterinya, Maksi
Prabowo Dipuji
Hoo yang hadir dalam sesi diskusi mengatakan bahwa para penonton bertepuk tangan sebelum Prabowo mengakhiri penyampaiannya. Menurutnya, hal ini jarang terjadi. Hoo menceritakan Prabowo memulai penampilannya dengan gelombang gerakan independensi setelah perang dunia kedua untuk berargumen tentang anti-kolonialisme di antara negara-negara yang lebih kecil atau lebih lemah ketika menghadapi tekanan kekuatan besar dunia.
"@Kemhan_RI @prabowo menyampaikan salah satu komentar yang paling menarik (bukan narasi Barat seperti biasanya). Ia memuji beberapa penonton bertepuk tangan sebelum ia mengakhiri penyampaiannya (juga jarang terjadi)," ujar Hoo yang dilihat melalui keterangan tertulis, Minggu (12/6/2022).
Pidato Singkat dan Tajam
Baca juga: Prabowo Temui Putin di Istana Kremlin
Prabowo, kata dia, juga mencontohkan bagaimana negara-negara Asia percaya pada kepemimpinan yang bijaksana karena mereka adalah yang paling terpengaruh oleh kekuatan besar. Pengalaman umum dijajah dan diperbudak membuat negara-negara Asia mencari cara kolektif untuk menciptakan lingkungan yang ramah.
Pujian terhadap penampilan Prabowo juga datang dari Twitter @willschoong yang mengatakan bahwa penyampaian Prabowo singkat dan tajam. Pemilik akun terserbut adalah Senior Fellow di ISEAS - Yusof Ishak Institute Singapura.
"Saya baru saja menetap, tetapi sepertinya pidato @prabowo cukup singkat, katakanlah 12 menit? Dalam satu tahun, pembicara sebelumnya agak mengoceh, melompat dari halaman ke halaman. Penyampaian Prabowo singkat dan tajam," ujarnya.
Baca juga: Prabowo, Usai Operasi Kaki Kirinya
Dalam pertemuan ini, Menhan Prabowo duduk satu meja dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Long hingga PM Jepang Fumio Kishida.
Prabowo terlihat duduk satu meja bundar dengan ketiga Menhan. Selain Fumio dan Hsien, pejabat lainnya yang duduk bersama Prabowo, yaitu Menhan AS Lloyd J Austin, Menhan Australia Richard Donald Marles dan Menhan Cina General Wei Fenghe.
Keberadaan Menhan Prabowo di tengah pemimpin-pemimpin negara sahabat menunjukkan bahwa kedudukan Indonesia di mata dunia sangatlah strategis. jk/erc/op
Editor : Moch Ilham