Hari Terakhir, Jokowi Ajak Seluruh Menterinya, Maksi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Momen terakhir Presiden Joko Widodo mengajak seluruh menteri di kabinetnya, makan siang bersama di Istana Negara, Jumat (18/10/2024).
Momen terakhir Presiden Joko Widodo mengajak seluruh menteri di kabinetnya, makan siang bersama di Istana Negara, Jumat (18/10/2024).

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar makan siang bersama seluruh jajaran Kabinet Indonesia Maju. Kegiatan ini bersifat santai menjelang purnatugas pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Dan selain itu, beliau rencananya hari ini ada acara makan bersama dengan Kabinet Indonesia Maju 2019-2024, yang akan diselenggarakan pukul 13.00 WIB nanti di Istana Negara," kata Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, di kantor Setneg, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2024).

Sejak pukul 13.00 WIB, sejumlah menteri mulai berdatangan. Mereka yang telah hadir di antaranya Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono, Menko Perekonomian Airlangga, Mendikbudristek Nadiem Makarim, Menko Koperasi UKM Teten Masduki, dan Menlu Retno Marsudi.

Hadir juga Kepala KSP Moeldoko, Ketua Wantimpres Wiranto, Wamen BUMN Kartiko, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menkeu Sri Mulyani, Wamenkeu Thomas Djiwandono, dan Menkominfo Budi Arie Setiadi.

Budi Arie mengatakan para menteri diundang oleh Jokowi-Ma'ruf untuk makan siang. Sekaligus perpisahan kabinet menjelang purnatugas.

"Kami menghadiri undangan Presiden dan Wapres untuk makan siang bersama, terakhir Pak Presiden dan Pak Wapres, bertugas termasuk kita menteri-menteri sudah berakhir," ujarnya.

Ari mengatakan pertemuan itu momen terakhir berkumpul bersama Presiden Jokowi sebelum purnatugas. Tidak ada pembahasan khusus, Ari menyebut pertemuan bersifat santai.

"Jadi ini semacam pertemuan terakhir Bapak Presiden dengan anggota kabinet dan itu dilakukan lebih rileks melalui makan siang bersama," ujarnya.

Ari menyebut Jokowi masih bekerja pada hari-hari terakhir tugas sebagai Presiden. Jokowi juga disebut masih menerima beberapa tamu terkait pemerintahan demi proses transisi berjalan lancar.

"Ya hari ini Bapak Presiden tetap bekerja ya, jadi beliau menerima beberapa tamu yang terkait dengan tentu saja bagaimana mendorong proses transisi dalam pemerintahan termasuk juga keberlanjutan dari program-program prioritas yang sudah fondasinya dibangun oleh Bapak Presiden itu bisa berlanjut ke depan," ucapnya.

Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin diketahui akan purnatugas pada Minggu (20/10). Jokowi bertugas selama satu dekade terakhir sebagai Presiden, periode pertama bersama Wapres RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla dan periode kedua dengan Ma'ruf Amin.

 

Wartawan Pura-pura tak Tahu

Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) menjawab kabar dirinya menjadi Menko Pangan di kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Apa kata Zulhas?

Zulhas awalnya enggan menjawab soal kabar menjadi Menko Pangan. Zulhas meminta untuk menunggu pengumuman dari Prabowo.

"Tunggu Pak Prabowo," kata Zulhas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/10/2024).

Zulhas lalu menyebutkan peribahasa 'kura-kura dalam perahu'. Mantan Ketua MPR itu menyebut wartawan pura-pura tidak tahu.

"Kura-kura dalam perahu, pura-pura tanya, pura-pura nggak tahu," ujarnya.

Zulhas diketahui menjadi salah satu calon menteri di kabinet Prabowo. Saat menghadiri pembekalan calon menteri di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Zulhas mengungkap Prabowo menekankan untuk swasembada pangan.

"Tadi kita penekanannya Pak Presiden terpilih kita harus swasembada pangan lima tahun mendatang," kata Zulhas . n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mulai menyidangkan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa T…