SurabayaPagi, Surabaya - Program Studi (Prodi) Sastra Jepang Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dipercaya percaya Desa Wisata oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur.
Dalam desa wisata ini Untag Surabaya menggandeng perusahaaan Jepang - I-Sense Technology dengan ditandai pembangunan seremoni penanaman bibit tabebuya oleh Dra. Endang Poerbowati, M.Pd. - Kaprodi Sastra Jepang Untag Surabaya, Rektor Untag Surabaya - Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA, CPA., Kepala Desa Claket - Umbar Mulyadi, SH., serta Kei Katsuki sebagai Komisaris dari perusahaaan Jepang - I-Sense Technology pada Senin (30/5) di Claket-Pacet Mojokerto.
Di sela kesempatan saat diwawancara, Endang menjelaskan terdapat empat tempat yang menjadi rekomendasi desa wisata dari Disbudpar salah satunya Desa Claket-Pacet Jawa Timur.
“Ada empat tempat yang menjadi rujukan dari Disbudpar, namun melihat antusiasme pokdarwis yang ada di sini dan segala aspek salah satunya kebersihan akhirnya kami memilih Desa Claket ini,” jelasnya.
Endang berencana untuk membangun desa wisata dengan melibatkan DUDI.
"Alhamdulillah jalinan kerjasama yang dimiliki Prodi Sastra Jepang dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) berjalan sangat baik. Khususnya dalam sektor pariwisata dan komitmen untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini. Prodi Sastra Jepang Untag Surabaya Kembali dipercaya untuk mengembangkan desa wisata yang ada di Jawa Timur,” tuturnya.
Sementara itu, Endang juga menjelaskan bukan hanya DUDI saja yang dilibatkan namun terdapatnya empat sponsor perusahaan Jepang yang akan berkolaborasi dalam pengembangan Desa Wisata Claket ini.
“Saat ini sudah terdapat empat perusahaan Jepang yang akan menjadi sponsor dalam kegiatan ini, antara lain Japan Garuda Indonesia, Toyota, I-sense Technology, dan Persikindo. Keterkaitan Persikindo yang merupakan perkumpulan perkumpulan pengusaha nantinya dapat mempromosikan Desa Wisata Klaket baik di dalam maupun di luar negeri” ujarnya.
Namun, tidak hanya Persikndo, namun I-Sense Technology, Perusahaan Jepang yang bergerak di industri kimia ini juga memberikan dukungan dalam bentuk kepada masyarakat Desa Claket.
“Dukungan yang diberikan oleh perusahaan Jepang yang berkolaborasi tidak hanya dari materil melainkan juga melalui pembuatan batik dengan teknik shibori,” tutur Dosen Sastra Jepang Untag Surabaya.
Endang menjelaskan, pelatihan shibori ini bertujuan untuk memberikan keterampilan yang nantinya bisa mengembangkan ekonomi warga dengan menjadikan batik shibori sebagai cinderamata dari Desa Wisata Claket.
Gayung bersambut, Kepala Desa Claket disukai dan antusias dengan adanya kegiatan ini.
“Terima kasih sebesar besarnya karena Desa Claket menjadi salah satu desa dalam pengembangan desa wisata. Ini adalah hal yang kami impikan, menjadikan desa wisata Claket seutuhnya mengingat belum adanya jujukan wisata utama di desa ini,” sambut Umbar.
Giat ini juga menjadi program yang diambil oleh Prodi Sastra Jepang sebagai Proposal Hibah Matching Fund tahun 2022. Selain itu, Endang juga menjelaskan kegiatan ini pula Prodi Sastra Jepang Untag Surabaya membuka kesempatan kepada Prodi di Untag Surabaya maupun Perusahaan Jepang lainnya untuk mengembangkan Desa Claket Pacet Mojokerto .
Endang menambahkan, melalui kegiatan ini juga akan dibangun onsen dengan pemandangan langsung Gunung Welirang sebagai jujukan wisata utama.
“Nantinya akan dibangun seperti padusan namun dibuat lebih privat dengan pemandangan Gunung Welirang dan didesain seperti pemandian yang ada di Jepang,” tutup Endang. By
Editor : Redaksi