SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Festival kuliner (Feskul) yang digelar Pemerintah Kota Mojokerto di Parkir Timur Sunrise Kota Mojokerto mampu membangkitkan nostalgia bagi sejumlah pengunjungnya.
Selain memberi hiburan masa kini, festival kuliner yang di gelar selama tujuh hari berturut-turut ini juga menyuguhkan tontonan layar tancap.
Baca juga: Miliki Ornamen Tak Lazim, Masjid di Mojokerto Punya Ruang Bawah Tanah dengan 6 Musala
Bioskop yang identik dengan Misbar alias Gerimis Bubar ini bisa dinikmati pengunjung secara gratis saat pukul 19.00 WIB hingga selesai. Deretan film lawas di era tahun 1980-an hingga 1990-an di pertontonkan secara terbuka di layar putih berukuran 7X3 meter yang dibentangkan diantara dua buah tiang besi yang kemudian dipancang ke tanah.
"Sabtu kemarin diputar film naga bonar versi lawas Dedi Mizwar dan Nurul Arifin. Lumayan menghibur sich, karena film itu juga tak pernah lagi di putar di stasiun tivi nasional," ujar Udin (42) warga Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto.
Bapak dua anak ini menyebut, pemutaran film yang sempat jaya di eranya tersebut otomatis membangkitkan nostalgia di masa lalu. Mengingat usia film tersebut juga tak muda lagi yakni sudah melewati 35 tahun.
"Saya dulu pernah lihat film itu diputar di TVRI pas masih SMP. Kalau gak salah diputarnya malam hari usai siaran Dunia Dalam Berita. Kini dengan melihat lagi di layar tancap feskul, berasa seperti dejavu," ucapnya.
Senada dikatakan, Ina (40) warga Perum Citra Surodonawam Estate Kota Mojokerto. Ia mengaku lebih bisa menikmati film jenis komedi situasi ini dari bioskop layar tancap feskul.
"Seru bisa nonton bareng di arena terbuka sambil menikmati jajanan feskul. Meski gambarnya tak secerah di tivi, tapi nostalgianya kerasa dan dapet," tukasnya.
Masih kata Ina, Hari Jadi Kota Mojokerto ke-104 tahun ini benar-benar semarak dan meriah.
Baca juga: Kunker di Mojokerto, Komisi IX DPR-RI Dukung Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan
Banyak hiburan rakyat yang disuguhkan secara cuma-cuma. Sebagai warga asli Kota Mojokerto ia mengaku bangga berbagai kegiatan hari jadi menjadi topik perbincangan masyarakat Kota Mojokerto dan sekitarnya.
"Saudara saya yang dari Kabupaten Mojokerto juga sempat bertanya-tanya, Kota Mojokerto kok bisa menggelar acara seramai dan semeriah ini. Kapan Kabupaten Mojokerto juga bisa seperti ini," ucapnya.
Sekedar informasi, layar tancap ini akan terus di putar setiap hari hingga hari penutupan nanti. Setiap hari, bioskop jadul ini akan mempertontonkan berbagai judul film yang berbeda-beda. Dwi
Editor : Moch Ilham