Gandeng JICA dan IPERINDO, Kementerian Perindustrian Gelar Pelatihan Untuk Tingkatkan Produktivitas Industri Galangan Kapal Nasional

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI, Surabaya - Dalam upaya meningkatkan Produktivitas Industri Galangan Kapal Nasional melalui Pembangunan SDM Industri. Kementerian Perindustrian menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA)  dan Ikatan Perusahaan Industri Kapal Dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) mengelar Kerjasama Tripartite Pelatihan Prosedur Pembuatan Kapal dan Manajemen Produksi Projek moderasasi industri perkapalan Indonesia. 

Pelatihan yang digelar di Aula Kampuh Welding Indonesia di Jl. Raya Bringin, Sambikerep Surabaya langsung dibuka oleh Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, Kementerian Perindustrian, Hendro Martono. 
 
Dalam Kesempatan itu, Hendro Martono menyampaikan besar harapanya dengan pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas industri perkapalan di Indonesia dan menjadi prioritas dalam memenuhi moda transportasi laut sekaligus mendukung akselerasi pertumbuhan di berbagai kawasan di Indonesia. 
 
Mengatasi kendala utama daya saing yang dihadapinya  dalam memenuhi order pembangunan kapal dalam negeri di antaranya belum efisiennya prosedur dan tahapan pembangunan kapal, belum maksimalnya penerapan quality control dan assurance atas kapal yang dibangun, serta masih tingginya ketergantungan terhadap bahan komponen impor terutama yang memiliki nilai tambah tinggi (e.g main engine). 
 
" Dengan pelatihan ini diharapkan dapat mengatasi masalah dan meningkatkan kualitas produksi kapal Indonesia serta meningkatkan daya saing di taraf Internasional," ungkap Hendro Martono saay membuka pelatihan melalui media Daring, Senin (19/9). 
 
Hendro menerangkan, secara ekonomi,  moda transportasi laut memiliki nilai yang lebih efisien (murah) dibandingkan moda transportasi lainnya. Dengan ketersediaan galangan kapal yang berkualitas akan mendukung pemenuhan berbagai kepentingan ekonomi industri dalam negeri. 
 
Hendro melanjutkan, secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga untuk mempercepat pembangunan dan fasilitas Pelabuhan serta untuk memenuhi supply bahan baku ke berbagai daerah untuk mendukung pemerataan pembangunan yang pada gilirannya akan mendorong pemerataan distribusi bahan baku sehingga mendukung perataan harga barang konsumsi di berbagai daerah. 
 
"Karakteristik industri galangan kapal yang padat karya, padat modal, dan padat teknologi memerlukan penanganan dan perhatian yang serius dari pemerintah agar mampu berkembang dan mempunyai daya saing di tingkat global," katanya. 
 
Hendro menerangkan, saat ini, industri perkapalan nasional sudah mencapai beberapa kemajuan, di antaranya peningkatan jumlah galangan kapal menjadi lebih dari 250 perusahaan dengan kapasitas produksi yang mencapai sekitar 1 juta tonase bobot mati (dead weight tonnage/DWT) per tahun untuk bangunan baru dan hingga 12 juta DWT per tahun untuk reparasi kapal. 
 
"Galangan kapal sangat berkontribusi signifikan terhadap infrastruktur industri regional dan kepentingan keamanan nasional dan dapat meningkatkan perekonomian nasional," terangngnya. 
 
Dan Kementrian Perindustrian akan terus konsisten dengan bekerjasama dengan lebih banyak lagi industri pendukung dalam mata rantai pasokan maupun jasa terkait teknologi, metode, standarisasi hingga inovasi permesinan untuk mendukung transfer knowledge, budaya kerja dan pengembangan infrastruktur pembangunan kapal dalam negeri dengan tujuan pengembangan infrastruktur dan SDM untuk menyaingi nilai kompetitif, mutu, produktifitas dan efisiensi produksi melalui transfer teknologi dalam berbagai bentuk, dari pembangunan fasilitas produksi dalam negeri hingga penyediaan sentra pelatihan. " Kerjasama penggabungan fasilitas produksi dalam mata rantai industry galangan kapal dengan harapan untuk membawa Indonesia melangkah lebih dekat ke visi untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia," katanya. 
 
Sementara Perwakilan  Japan International Cooperation Agency (JICA)  Hirofumi Doi mengatakan, pihaknya sangat mengenal sistem manajemen perkalapan di Indonesia selama ini pihaknya menilai masih banyak kekurangan dalam sistem  manajemen perkapalan dan masih dibawah negara Jepang.  " Dengan kerjasama ini kualitas industri Perkapalan di Indonesia dapat meningkat, lebih maju dan modern," katanya. 
 
Selain Pelatihan prosedur pembuatan kapal dan manajemen Produksi yang moderasasi industri perkapalan, indonesia dapat mengirimkan perwakilannya untuk sekolah langsung ke Jepang. 
20220919_103935
 
Sementara Ketua DPP Ikatan Perusahaan Industri Kapal Dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO)  Anita Puji Utami mengatakan, Indonesia sebagai negara benua maritim dengan 17,000 pulau yang terben tang dari barat ke timur hampir sama dengan benua Eropa, dan saat ini di Indonesia ada sekitar 33,000 kapal niaga yang beroperasi.  "Dengan biaya yang besar dan tempo yang lama masih menjadi problem perkembangan industri galangan kapal di Indonesia," ungakapnya. 
 
Anita berharap, pelatihan ini akan menhasilkan para ahli yang nanti akan dapat menjadi instruktur pada pelatihan-pelatihan tahap selanjutnya, "Sehingga semua galangan kapal dapat meningkat kemampuan dan kualitasnya," katanya.  Selain itu IPERINDO mengusulkan kepada Kemenperin agar dibuat suatu Cost Structure yang transparan dan akuntabel. 
 
 Dalam pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta dari 20 perusahaan yang menjadi peserta dalam program pelatihan ini, diantarnya   PT Muara Kembang, PT Industri Kapal Indonesia, PT Galangan Balikpapan Utama, PT Pahala Harapan Lestari, PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, PT Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Yasa Wahana Tirta Samudera, PT Orela Shipyard, PT Dumas Tanjung Perak Shipyard, PT Dok Bahari Nusantara, PT Janata Marina Indah, PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, PT Dok dan Perkapalan Air Kantung, PT Dukuh Raya, PT Patria Maritim Perkasa, dan PT Waruna Shipyard Indonesia. 
 
Salah satu perwakilan peserta pelatihan Prosedur Pembuatan Kapal dan Manajemen Produksi Projek moderasasi industri perkapalan Indonesia Calvin Setiawan dari PT Waruna Shipyard Indonesia berharap seperti ini bisa berkelanjutan sehingga dapat mengingkat kualitas dan skill pekerja di industri perkapala.  " Pelatihan ini sangat berguna baik bagi saya pribadi maupun untuk perusahan kami. Pelatiha-pelatihan seperti ini bisa terus berkelanjutan," kata. Alq 

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru