Jokowi Minta Luhut dan Bahlil Amankan Realisasi Investasi

surabayapagi.com
Presiden Jokowi.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberi perintah kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia untuk mengamankan realisasi investasi di Indonesia. Ia ingin agar komitmen investasi dari para investor benar-benar terlaksana di lapangan.

“Saya titip ini di Menko Marinves, Menteri Investasi ini betul-betul realisasi dari investasi itu betul-betul nyata dan riil di lapangannya ada,” kata Jokowi saat Sidang Kabinet Paripurna yang diunggah melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (13/10/2022).

Baca juga: Capai Ekonomi Nasional Tumbuh 8%, Dibutuhkan Dana Rp 14.369 Triliun

Jokowi berharap agar jajarannya bisa menghargai uang atau investasi yang masuk ke dalam negeri. Tak hanya itu, Jokowi juga meminta agar sekecil apapun persoalan di lapangan yang menghambat investasi dapat diselesaikan. Mengingat, menurut Jokowi bahwa saat ini sulit mencari investasi masuk ke Indonesia.

Baca juga: Lewat Galeri Investasi BEI, Pemkot Kediri Komitmen Tingkatkan Literasi Pasar Modal

"Karena itu darah segar baru capital inflow yang masuk ke negara kita uang yang masuk ke negara kita itu harus kita hargai betul. Karena sulit untuk mencari investasi mencari uang untuk kita ajak masuk," ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi dalam arahannya meminta para menko memperkuat konsolidasi antarkementerian dan lembaga dalam menghadapi masalah perlambatan ekonomi dunia, krisis pangan, energi, dan juga keuangan.

Baca juga: DPMPTSP Kota Mojokerto Gelar FKP untuk Tingkatkan Pelayanan Perizinan dan Iklim Investasi Kota Mojokerto

“Nanti beberapa menteri dan menko akan saya ajak berbicara yang berkaitan dengan stress test, sampai seberapa jauh kekuatan kita kalau badainya itu datang, baik yang berkaitan dengan currency, dengan kurs, yang berkaitan dengan inflasi, yang berkaitan dengan growth, yang berkaitan dengan pangan kita, energi kita,” pungkasnya. jk

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru