SURABAYAPAGI, Surabaya – Ada macam-macam gangguan tidur, salah satunya tindakan menggertakkan gigi atau biasa disebut bruxism.
Kegiatan seperti menggesek gigi atas dan bawah ini dilakukan secara tidak sadar. Menggertakan gigi saat tidur adalah kebiasaan yang dialami oleh sejumlah orang. Kegiatan ini lazim dialami oleh anak-anak hingga usia remaja, namun cukup bahaya jika menjadi kebiasaan bahkan sampai usia dewasa.
Baca juga: Pemkot Surabaya Pastikan Pengelolaan Limbah B3 RSUD EC Sesuai Prosedur
Tak jarang, kebiasaan ini sulit dihentikan lalu mencari berbagai cara untuk mengatasinya.
Kira-kira seperti apa tips yang bisa diikuti dari dokter gigi? Dilansir dari tayangan YouTube Kompas TV, drg. Callista Argentina memberikan ulasannya.
Berdasarkan pernyataannya, kebiasaan menggertakan gigi saat tidur dinamakan dengan bruxism.
Baca juga: Perluas Jangkauan Akses Layanan Kesehatan, Pemkab Jember Luncurkan Program JCK
Kondisi bruxism ini bisa diatasi dengan penggunaan night guard. Night guard tak bisa digunakan sembarangan, hanya orang dewasa saja yang dianjurkan untuk memakainya.
Penggunaan night guard ini berfungsi mencegah terjadinya gesekan antar gigi yang dapat membuat gigi sensitif.
Namun disamping itu, Callista juga mengajurkan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena bruxism juga berhubungan dengan kondisi anxiety (gangguan cemas).
Baca juga: Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkab Banyuwangi Hadirkan 19 PNS Tenaga Kesehatan
Karena itu penderita harus mengelola stres dengan baik. Seperti: Meditasi, Yoga, Olahraga dan konsultasi. "Sehingga tidak hanya dibetulin giginya saja," imbuh Callista.
Mengingat bila penyebab anxiety tersebut masih ada, maka sekalipun menggunakan night guard bruxism akan tetap terjadi.hlt/mgr
Editor : Mariana Setiawati