Miliki Zona Integritas Ciamik, Lapas Mojokerto Jadi Incaran Lokasi Studi Tiru

surabayapagi.com
Kalapas Mojokerto Dedy Cahyadi saat menerima kunjungan study tiru Rutan Wates

SURABAYA PAGI COM, Mojokerto - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menjadi Bench Learning Object (Objek Saling Belajar dan Tukar Pengalaman) bagi Lapas dan Rutan lain.

Lapas yang terletak di Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto ini dinilai sukses dalam membangun Zona Integritas (ZI) yang ciamik dan berkesinambungan.

Terbukti, hari ini (31/10) Lapas Mojokerto mendapat kunjungan studi tiru dari Rutan Kelas IIB Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY).

Rombongan yang disambut langsung oleh Kalapas Mojokerto, Dedy Cahyadi ini diajak meninjau sejumlah inovasi yang telah dilakukan Lapas Mojokerto.

Dimulai dari Pos Pengawasan dan Pemeriksaan. Kemudian pada area depan hingga ruang pelayanan publik.

Di kesempatan tersebut dijelaskan pula salah satu inovasi andalan Lapas Mojokerto yang tidak ada di UPT Pemasyarakatan lainnya, yaitu Layanan Emergensi 24Jam Si Maja Pancen Sakti. Tidak hanya itu, rombongan juga dibuat kagum terkait Area SAE Lapas Mojokerto.

Setelah berkeliling di area luar lapas, tim studi tiru dibawa berkeliling di area dalam Lapas, untuk singgah menikmati makan siang sembari menikmati suguhan band musik dari Warga Binaan Lapas Kelas IIB Mojokerto.

Dalam sambutannya, Karutan Kelas IIB Wates mengungkapkan kekaguman terhadap inovasi unggulan yang ada di Lapas Mojokerto ini.

"Lapas Mojokerto mampu memanfaatkan keterbatasan tempat sehingga menghasilkan pelayanan yang berkualitas dan tepat guna kepada warga binaan" ujarnya.

Ia juga berterimakasih kepada Kalapas beserta seluruh jajarannya karena telah diberi kesempatan berkunjung serta berbagi ilmu.

"Ini merupakan kesempatan luar biasa karena bisa berkunjung dan menimba ilmu di Lapas Mojokerto. Kita sangat tertarik studi tiru kesini karena Lapas Mojokerto mampu meraih predikat WBK tahun 2021. Semoga Rutan Wates dapat mengikuti jejak Lapas Mojokerto yang luar biasa ini" tutur Karutan Wates.

Sementara itu, Kalapas Mojokerto, Dedy Cahyadi mengaku bangga Lapas yang dinaunginya menjadi percontohan Rutan Wates.

Ia juga memberi sedikit tips bahwa jika ingin bisa bersaing dengan lapas ataupun rutan lain dalam kontestasi ini, maka diperlukan adanya inovasi unggulan yang tidak dimiliki oleh UPT lain.

"Harus ada yang beda, sehingga menjadi nilai tambah tersendiri," pungkasnya. Dwi

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru