Program Makan Bergizi Gratis Dievaluasi Total di Tengah Desakan Penghentian Sementara dan Fokus Wilayah 3T

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Emmy Astuti Perwakilan MBG Watch. SP/HIKMAH
Emmy Astuti Perwakilan MBG Watch. SP/HIKMAH

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Lembaga pengawas program makan siang pemerintah, MBG Watch, mendesak pemerintah untuk segera memberlakukan moratorium atau penghentian sementara terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dinilai sangat mendesak demi melakukan evaluasi total, audit menyeluruh, serta perbaikan mendasar terhadap sistem tata kelola di lapangan yang dianggap masih karut-marut.  

Desakan ini mencuat setelah kesiapan program tersebut terus menjadi sorotan publik. Terlebih belum lama ini, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Menko Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, secara terbuka mengakui bahwa perencanaan program MBG memang belum sepenuhnya matang dari awal. Menurut pihak pengawas, pengakuan internal pemerintahan tersebut memperkuat kekhawatiran mengenai absennya mitigasi risiko dalam desain operasional program.  

Perwakilan dari MBG Watch, Emmy Astuti, menegaskan bahwa moratorium merupakan satu-satunya jalan untuk memutus rantai masalah krusial, terutama menyangkut aspek keselamatan pangan dan potensi penyelewengan anggaran. "Kenapa moratorium? Karena ini untuk menghentikan dulu korban-korban keracunan dan menghentikan potensi korupsi, kolusi, serta konflik kepentingan di dalam pengelolaan MBG ini," ujar Emmy dalam dialog Sapa Indonesia Malam di Kompas TV pada Jumat (26/6'2026) malam. 

Berdasarkan data yang dihimpun MBG Watch, lemahnya pengawasan mutu telah memicu setidaknya 449 Kejadian Luar Biasa (KLB) di lapangan, yang berdampak pada sedikitnya 39 orang mengalami keracunan makanan. Selain masalah transparansi dan indikasi KKN, Emmy juga mengkritik keras aspek teknis dapur produksi. Ia menyoroti adanya kejanggalan struktural di mana satu yayasan tertentu diperbolehkan memegang kendali operasional hingga 40 dapur produksi sekaligus, sebuah praktik yang dinilai serampangan dan menurunkan kualitas pengawasan.  

Menanggapi kritik dan desakan tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan terus melakukan evaluasi berkala guna merespons dinamika di lapangan. Menurutnya, Presiden telah memberikan instruksi tegas agar program pemenuhan gizi ini dikelola secara transparan, jujur, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan korupsi.

Sebagai bagian dari langkah pembenahan berkelanjutan yang kini tengah berjalan di bawah Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah mengambil beberapa kebijakan strategis.

Penghentian Sementara: Distribusi makanan dihentikan sementara selama masa libur sekolah untuk penyesuaian operasional dan efisiensi anggaran dapur produksi.

Re-fokus Wilayah (Refocusing): Menata ulang sasaran program agar lebih diprioritaskan bagi anak-anak di daerah yang masuk dalam kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) demi memastikan asas keadilan.

MBG Watch mengingatkan bahwa program jangka panjang untuk meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka stunting ini tidak boleh sekadar berfokus pada kegiatan bagi-bagi makanan instan tanpa baseline dan target tahunan yang terukur dalam lima tahun ke depan. Pemerintah didesak memanfaatkan tahun pertama ini untuk mematangkan infrastruktur pendukung, mulai dari mekanisme tender terbuka melalui e-catalog hingga platform pengadaan digital, agar rentetan kasus keracunan massal maupun kebocoran anggaran negara tidak terus berulang di kemudian hari. Hik/Dia

Berita Terbaru

300 Warga Ponorogo Datangi Pengadilan Tipikor Surabaya, Beri Dukungan Penuh untuk Sugiri Sancoko

300 Warga Ponorogo Datangi Pengadilan Tipikor Surabaya, Beri Dukungan Penuh untuk Sugiri Sancoko

Selasa, 11 Agu 2026 16:49 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 16:49 WIB

SURABAYA- Ratusan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Ponorogo mendatangi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya guna memberikan dukungan moral…

Ketika Hubungan Pribadi Bersinggungan dengan Kekuasaan

Ketika Hubungan Pribadi Bersinggungan dengan Kekuasaan

Selasa, 11 Agu 2026 16:31 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 16:31 WIB

‎ADA satu fakta dalam persidangan kesembilan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Sekilas mungkin terlihat sederhana, tetapi m…

Pemkot Surabaya Ambil Langkah Tegas Pecat Raka Jatim yang Minta Pacar Aborsi

Pemkot Surabaya Ambil Langkah Tegas Pecat Raka Jatim yang Minta Pacar Aborsi

Selasa, 11 Agu 2026 15:31 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti Tio Ferdian Rahmana, runner up Raka Raki Jawa Timur 2026 yang menjadi sorotan setelah muncul dugaan dirinya…

Pemkab Mulai Bidik Mangrove Pesisir Sidoarjo Jadi Aset Ekonomi Karbon

Pemkab Mulai Bidik Mangrove Pesisir Sidoarjo Jadi Aset Ekonomi Karbon

Selasa, 11 Agu 2026 15:24 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Untuk menjaga kawasan pantai, sekaligus mendorong kawasan tersebut sebagai aset ekonomi baru bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten…

Perajin Tempe Kampung Sanan Kota Malang Menjerit, Biaya Produksi Naik hingga Rp12.500

Perajin Tempe Kampung Sanan Kota Malang Menjerit, Biaya Produksi Naik hingga Rp12.500

Selasa, 11 Agu 2026 15:13 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:13 WIB

SURABAYAPAGI.comn, Malang - Selain bahan pangan dan sejumlah kebutuhan lain yang juga naik, turut mempengaruhi kenaikan harga kedelai membuat perajin tempe di…

Bikin Bocah Gatal-gatal, DLH Kota Malang Batasi Operasional Air Mancur Alun-alun Merdeka

Bikin Bocah Gatal-gatal, DLH Kota Malang Batasi Operasional Air Mancur Alun-alun Merdeka

Selasa, 11 Agu 2026 15:04 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti peristiwa gatal-gatal pada anak-anak, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui DLH setempat telah membatasi…