SURABAYAPAGI, Surabaya - Menurut saya banyak kader partainya yang dicuri atau dicatut namanya menjadi anggota partai lain. Ia mengatakan, pelakunya adalah partai politik yang sedang menjalani verifikasi faktual calon peserta Pemilu 2024.
Saya dapat temuan di lapangan, partai-partai politik ini kan sedang lagi dilakukan verifikasi. Di lapangan, masak, data yang diberikan itu double? Orang yang PDI Perjuangan, kok masuknya ke partai lain, NIK-nya juga dapat, dari mana itu?.
Baca juga: Fraksi PDIP DPRD Jatim minta Pemprov Jatim Tegas Larang Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
Tidak menyebutkan partai yang mencatut nama kader PDIP. Sebagai informasi, saat ini terdapat sembilan partai non-parlemen yang sedang menjalani verifikasi faktual.
Saya pun meminta KPU agar tidak meloloskan partai, yang melakukan pencatutan, sebagai peserta Pemilu 2024. Kalau memang partai-partai politik ini seperti ini, sebaiknya jangan diloloskan, repot kita.
Meski meminta agar partai pencatut tidak diloloskan, Saya juga meminta agar tidak perlu ada verifikasi faktual keanggotaan partai politik.
Baca juga: Analis ISESS: Israel Lakukan Propaganda dengan Tuding Iran Luncurkan Bom Tandan
Saya mengusulkan agar partai yang sudah lolos verifikasi faktual tingkat pusat langsung dinyatakan lolos sebagai peserta pemilu.
Kalau memang dia sudah lolos tingkat pusat, tidak usah verifikasi lagi, udah, ikut aja pemilu. Ada atau tidak, pengurus di sana, masa bodoh.
Baca juga: PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK
Daripada mencuri orang punya anggota. Jangan anggota PDI Perjuangan banyak dicuri, komplain mereka kepada saya.
(Lewat keterangannya dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPR yang juga dihadiri pimpinan KPU RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (15 November 2022).
Editor : Mariana Setiawati