SurabayaPagi, Surabaya - Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono (BHS) turun langsung menyapa pedagang di Pasar Asem Simo Magersari Surabaya, Selasa (13/12/2022).
Kedatangan Anggota DPR RI periode 2014-2019 bersama Tim BHS Peduli tersebut dalam rangka memastikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) telah menyasar para pedagang pasar tradisional di tengah upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
Program KUR adalah salah satu program pemerintah dalam meningkatkan akses pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang disalurkan melalui lembaga keuangan dengan pola penjaminan.
Program KUR bertujuan untuk memperkuat kemampuan permodalan usaha dalam rangka pelaksanaan kebijakan percepatan pengembangan sektor riil dan pemberdayaan UMKM.
Manfaat program KUR adalah untuk meningkatkan dan memperluas akses wirausaha seluruh sektor usaha produktif kepada pembiayaan perbankan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan daya saing UMKM.
Namun, saat turun ke pasar, BHS menemukan jika sejumlah pedagang belum mengetahui tentang program tersebut. Padahal KUR yang digelontorkan oleh empat bank BUMN seperti Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN serta Bank BRI sangat bermanfaat untuk menambah modal dan memperluas usaha mereka. Pedagang harus bisa mendapatkan KUR jika ingin menambah modal.
"Saya ingin memastikan apakah mereka mereka ini mengerti mengenai KUR, dan ternyata mereka masih belum mengerti mengenai KUR," ucap BHS.
Ia menduga jika petugas perbankan belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh terutama di kawasan pasar-pasar tradisional. Kondisi ini membuat pedagang minim literasi tentang program-program perbankan seperti bank Himbara.
BHS juga mengatakan bahwa para bank pemberi KUR tersebut harus datang menemui para pedagang langsung untuk mempromosikan program pemerintah itu. Perbankan dinilai kurang proaktif untuk masuk ke pasar-pasar.
Oleh sebab itu, BHS berharap agar perbankan harus aktif terjun langsung ke pasar-pasar tradisional.
Karena para pedagang ini sempat mengalami penurunan pendapatan pasca pandemi. Sehingga, lanjutnya, para pedagang ini membutuhkan modal yang akhirnya membuat para pedagang terpaksa meminjam dana dari rentenir.
"Padahal KUR atau dari bank provinsi seperti Bank Jatim yang memberikan KUR nya sekitar 3 persen, kalau Bank Himbara 6 persen. Jadi murah sekali. Jadi permasalahan ini yang harus didorong oleh pemerintah supaya bank bank tersebut mau masuk secara langsung ke pasar. Tidak ada namanya bank koyok ndoro atau seperti ratu, tidak mau turun ke bawah," tegasnya.
Selain memastikan KUR terserap oleh pedagang pasar tradisional, BHS juga meninjau infrastruktur pasar yang berada di Kawasan Kecamatan Sukomanunggal tersebut.
Pasar ini menjadi jujugan bagi masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. BHS berharap suatu saat pasar-pasar di Kota Surabaya memiliki standardisasi SNI.
"Karena di Kota Surabaya ini masih belum ada pasar yang mempunyai standarisasi SNI, ini yang perlu didorong oleh pemerintah kota dan pemerintah pusat, tentu pedagangnya juga senang," harap tokoh yang namanya santer masuk bursa pemimpin populer dalam Pemilu 2024 tersebut.
Usai melihat infrastruktur pasar seperti keberadaan toilet, BHS kemudian juga menyoroti alat pemadam kebakaran yang ternyata telah expired sejak 2017 lalu dan belum diganti hingga saat ini. Sehingga alat pemadam itu sudah tidak bisa di gunakan lagi.
Padahal, kata dia, pasar adalah tempat atau area yang rawan terhadap kebakaran, karena saat ini banyak sekali pasar-pasar yang mengalami kebakaran.
"Jadi kita tidak ingin sampai terjadinya kebakaran. Dua tabung pemadam ini akan saya ganti isinya terus saya kembalikan lagi di sini," ujar BHS seraya meminta Tim BHS Peduli untuk sesegera mungkin mengganti tabung Alat Pemadam Lebaran (APAR) tersebut.
Ia lantas meminta kepada pemerintah kota, untuk memperhatikan masalah keselamatan para pedagang dan konsumennya dengan menyiapkan pemadam kebakaran yang masih layak atau sesuai dengan masa berlakunya.
"Kita ingin membantu pemerintah kota dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat publik, maka tentu memperhatikan kelayakan, keamanan, keselamatan pasar menjadi sangat penting.
Kami berharap pasar ini betul betul menjadi pasar yang nyaman, aman dan selamat bagi para pedagang dan konsumennya," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pasar Asem Simo Magersari Muhammad Hasan mengucapkan terima kasih atas kunjungan BHS di tempat itu.
"Semoga dengan hadirnya pak BHS kesini pasar ini ke depannya akan ada perbaikan dari fisik pasarnya dan untuk pedagangnya semoga mempunyai spirit untuk maju dalam bertahan dalam menghadapi permasalahan ekonomi," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, BHS juga memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada tiga lapak pedagang ternyaman dan termurah. Masing-masing dari mereka dipilih untuk mendapatkan piala dan uang tunai bagi pemenang Juara 1,2, dan 3. Byb
Editor : Redaksi