SURABAYAPAGI : Trump, turut merasakan kepanikan yang sama ketika aparat penegak hukum bersenjata menyerbu ballroom lokasi acara.
Namun, seperti dilansir Politico, Senin (27/4/2026), ketika manifesto pelaku penembakan, Cole Allen, dibacakan dalam
wawancara program CBS News "60 Minutes" dengan jurnalis Norah O'Donnell yang direkam di Gedung Putih pada Minggu (26/4), Trump yang relatif tenang sepanjang wawancara, tiba-tiba meluapkan kemarahannya.
"Manifesto yang disebut-sebut itu sungguh mengejutkan untuk dibaca, Bapak Presiden. Dia tampaknya merujuk pada sebuah motif di dalamnya," kata O'Donnell kepada Trump dalam wawancara tersebut.
"Dia menulis kutipan ini, 'Para pejabat pemerintah, mereka adalah target'. Dan dia juga menulis ini, 'Saya tidak lagi bersedia membiarkan seorang pedofil, pemerkosa, dan pengkhianat melumuri tangan saya dengan kejahatannya'. Apa reaksi Anda terhadap hal itu?" tanyanya.
Trump, dalam tanggapannya, mengkritik O'Donnell karena membacakan bagian tersebut dan menyebut jurnalis CBS News itu sebagai "orang yang buruk".
"Saya menunggu Anda membacakan itu karena saya tahu Anda akan membacanya, karena Anda orang yang buruk. Orang yang buruk," ucapnya.
"Ya, dia memang menulis itu. Saya bukan pemerkosa. Saya tidak memperkosa siapa pun," tegas Trump.
O'Donnell menyela Trump dengan pertanyaan: "Oh, apakah Anda pikir dia merujuk pada Anda?"
Namun, Trump mengabaikan pertanyaannya, dengan menegaskan: "Saya bukan pedofil. Maaf. Maaf. Saya bukan pedofil."
Trump Mendadak Batalkan
Harga minyak mentah Brent naik lebih dari 2% menjadi US$ 107,89 per barel pada pukul 18:27 waktu setempat. Sementara itu, minyak mentah AS juga melonjak lebih dari 2% ke level US$ 96,63 per barel.
Rencana negosiasi damai putaran kedua yang digelar di Islamabad, Pakistan dipastikan batal. Presiden AS Donald Trump secara mendadak membatalkan keberangkatan utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner.
"Terlalu banyak waktu terbuang untuk perjalanan, terlalu banyak pekerjaan! Lagi pula, terjadi pertikaian hebat dan kebingungan di dalam jajaran 'kepemimpinan' mereka," tulis Trump melalui unggahannya di media sosial Truth Social, dikutip dari CNBC, Senin (27/4/2026).
Trump menilai AS memegang kendali penuh Iran. "Kita memegang semua kartu as (all the cards). Kalau mereka mau bicara, tinggal telepon saja!" tambah Trump.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi memang melakukan perjalanan ke Islamabad akhir pekan lalu. Namun, ia hanya bertemu dengan pejabat Pakistan.
"Tidak ada rencana pertemuan yang akan berlangsung antara pihak Iran dan AS," ujar Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan melalui unggahan media sosial. n cnbc, cbs, rmc
Editor : Redaksi