Melek Marketing Digital, Industri Rumah Tangga Binaan Uwika Kian Kompetitif di Pasar Domestik

surabayapagi.com

SurabayaPagi, Surabaya - Dampak pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia berdampak buruk bagi industri perekonomian seperti UMKM yang merupakan salah satu perekonomian negara.

Berdasarkan laporan dari Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Indonesia (2021) jumlah UMKM di negara ini sebanyak 64,19 juta dengan 99.92 persen didominasi Usaha Mikro dan kecil yang didominasi Industri Rumah Tangga (IRT).

Melalui hibah program Kemandirian Masyarakat (KKM) yang di danai oleh Direktorat Jendral Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Universitas Widya Kartika (Uwika) menyasar mitra industri rumah tangga seperti produk Nyah Kacang yang dijadikan sebagai bahan Pengabdian.

Nyah Kacang merupakan industri rumahan yang memproduksi jajanan tradisional kacang telor yang berlokasi di Jalan Pengampon 91 Surabaya.

Industri ini memproduksi beraneka makanan ringan/camilan: Kacang telor dan jenis camilan lain. Kacang telor menjadi andalan industri ini yang paling potensial perkembangannya karena permintaan pasar yang terus meningkat. Nyah kacang memproduksi kacang telor dengan kualitas super dengan pemilihan kacang khusus dari Tuban.

Program ini juga merupakan perwujudan dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berbasis Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi swasta. MBKM melibatkan dosen-dosen dengan latar keilmuan yang multi disiplin yaitu Dr Eka Fadilah, S.S., M.Pd., Dr. Erna Ferrinadewi Kusnarsiyah, MM, dan Yonatan Widianto S.Kom, M.Kom. Guna memberikan kesempatan MBKM, dua mahasiswa dilibatkan dalam kegiatan ini.

“Hal ini guna memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempraktekkan keilmuan mereka di masyarakat, serta memberikan peluang dan kesempatan bagi dosen-dosen mengembangkan keilmuan mereka di luar kampus,“ tutur Eka Fadilah ketua pelaksana KKM.

Keunikan kacang telor produksi Nyah kacang terdiri dari produk tidak berpasir kalau di pegang dengan tangan, lapisan tepung yang sangat tipis sehingga terasa benar-benar makan kacang daripada tepungnya, kacang pilihan yang besar-besar dari tempat khusus di Tuban, hampir tidak berminyak, penggunaan jenis tepung terigu terbaik yang membuat rasanya lebih renyah. IRT Nyah Kacang berdiri sejak tahun 2020 di jalankan oleh pemilik bernama Bapak Rikky Wijaya telah bersaing secara kompetitif pada pasar domestik.

Sayangnya, keunggulan produk Nyah Kacang saat ini tidak berbanding lurus dengan tingkat permintaan.

“Pelanggan mau makan kacangnya bukan tepungnya, jadi tepung terigu yang kita gunakan mengtandung protein premium yang bisa membuat rasa gurih dan renyah,” ungkap Rikky pemilik Nyah Kacang.

Peralatan yang digunakan pada proses produksi yaitu mesin molen yang digunakan untuk proses sangria kacang tanah yang juga berfungsi untuk pembalutan kacang dengan tepung dan memisahkan kacang berdasarkan ukurannya, kemudian blender untuk menghaluskan kacang tanahnya.

Umumnya produk Nyah Kacang didistribusi secara offline dengan menitipkan ke toko-toko dan beberapa rumah makan dan secara online melalui media Instagram, namun ditemui sejumlah kendala ketika distribusi produk melalui online karena minim ilmu desain, konten yang disajikan belum menarik, pemasangan iklan belum optimal hingga belum ada sistem manajemen produk dan pembukuan yang baik.

Adanya kondisi saat ini Uwika Bersama Kemenristek Dikti bergerak memberdayakan UMKM khususnya Nyah Kacang berbasis Digital Marketing dalam akselerasi difusi manajemen, komunikasi dan teknologi serta peningkatan daya saing pelayanan, tata Kelola bisnis dan mengembangkan proses link and match antara Uwika Surabaya, IRT Nyah Kacang dan masyarakat luas melalui pencapaian indikator kinerja utama yang tredapat dalam MBKM dengan menerapkan keahlian dalam Content Writing, pengadaan Website, segmentasi pasar, Inventarisasi asset dan pengemasan.

Dalam kegiatannya pelatihan ini tidak hanya berfokus pada ilmu kepada pelaku usaha Nyah Kacang saja namun juga melibatkan sejumlah Ibu-ibu sekitar dan mahasiswa dengan jumlah Total peserta sebanyak 20 orang. Pendampingan dan pelatihan ini berhasil terlaksana pada tanggal 16 - 20 Desember 2022 lalu. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru