Berkah SDM Melimpah, Renstra Kota Mojokerto Mantap Menuju Transformasi Ekonomi

surabayapagi.com
Walikota Ning Ita saat membuka asistensi penyusunan Renstra Perangkat Daerah Kota Mojokerto Tahun 2024-2026.

SURABAYA PAGI COM, Mojokerto - Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari membuka asistensi penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah Tahun 2024-2026, di Rayz UMM Hotel, Malang, Rabu (11/1) malam.

Kegiatan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah dan seluruh Kepala OPD ini membahas isu strategis daerah serta sinkronisasi RPD dan Renstra.

Dalam sambutan arahannya, Walikota yang akrab disapa Ning Ita menyampaikan, penyusunan Renstra bertujuan menyiapkan arah pembangunan kota.

Sebagai kota kecil yang tidak memiliki Sumber Daya Alam (SDA), rencana pembangunan kedepan akan menyesuaikan dengan kondisi geografis dan geososial.

"Kota Mojokerto menjadi daerah terpadat kedua di Jawa Timur. Dengan luas hanya 20,21 km persegi, kota ini dihuni oleh 132 ribu jiwa atau 0,33 persen dari jumlah penduduk Jatim. Ini merupakan berkah, karena kita dilimpahi SDM yang melimpah," terangnya.

Untuk itu, lanjut Ning Ita, terhadap keunggulan kompetitif yang dimiiliki oleh Kota Mojokerto, telah ditetapkan 4 isu strategis yang melibatkan partisipasi masyarakat didalamnya.

"Fokus kita adalah membangkitkan pertumbuhan ekonomi dengan menggugah peran serta masyarakat," tukasnya.

Diantaranya yakni, melalui strategi akselerasi pertumbuhan ekonomi penciptaan pusat pertumbuhan baru (Growth Pole), menciptakan green economy dengan partisipasi masyarakat dalam smart city dengan smart people, smart environment, smart economi yang mengarah pada mass transportation, emisi carbon menuju PDRB Hijau.

"Kita juga perlu menerapkan strategi competitiveness berupa kearifan lokal dengan pemantapan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif serta bagaimana menciptakan reformasi birokrasi," pungkasnya.

Sementara itu, Dr. Ignitia Martha Hendrati, SE, ME, selaku nara sumber pakar akademisi dari kampus UPN Veteran Surabaya memaparkan, dalam penyusunan RPD agar juga memperhatikan dan memahami isu lokal dan nasional, namun juga isu global yang sedang berkembang.

"Saat ini isu strategis utama bergeser dari pemulihan ekonomi menuju transformasi ekonomi. Meskipun tampak sama tetapi keduanya memiliki penekanan berbeda," jelasnya. Dwi

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Senin, 09 Mar 2026 20:36 WIB
Berita Terbaru