SURABAYAPAGI.COM, Bogor - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menyatakan terdapat dua masalah besar Investasi di daerah-daerah. Salah satunya yakni terkait dengan tata ruang.
Hal tersebut disampaikan oleh Jokowi dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Indonesia di Bogor, Selasa (17/1/2023)
Baca juga: Triwulan III 2025, Realisasi Investasi Surabaya Tembus Rp 31,3 Triliun
"Tata ruang, menjadi problem besar investasi kita. Kalau sekarang namanya kesesuaian KKPR (Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang)," kata Jokowi.
Jokowi menjelaskan, KKPR menjadi problem bagi separuh daerah. Menurutnya, separuh daerah di Indonesia masih belum menyelesaikan KKPR.
"KKPR ini mengenai tata ruang. Ini menjadi problem bagi separuh daerah, separuh daerah kita ini masih belum menyelesaikan KKPR-nya sehingga saya minta di sini ada ketua DPRD agar dengan Pemda segera menyelesaikan urusan ini," ujarnya.
Baca juga: Kejar Target Realisasi Investasi, DPMPTSP Kota Mojokerto Komitmen Gelar Bimtek LKPM
Kemudian, mengenai masalah kedua, kata Jokowi, yakni terkait dengan izin mendirikan bangunan. Pihaknya mengomentari banyaknya perubahan nama IMB, padahal yang dibutuhkan kecepatan dalam memprosesnya.
“Kalau dulu namanya IMB, sekarang namanya PPG, persetujuan bangunan gedung. Namanya sudah gonta-ganti dan ini yang ruwet kita. Nama itu dua kata itu cukup lah. Izin gedung. Udah. Dulu IMB izin mendirikan bangunan. Ini ganti persetujuan bangunan gedung. Haduh. Izin gedung gitu aja udah rampung. Yang paling penting bukan namanya, penyelesaiannya yang cepet gitu," terangnya.
Baca juga: Jadi Magnet Ekonomi di Jatim, Investasi Kabupaten Lumajang Tembus Rp1,9 Triliun
Menurut Jokowi, dua masalah besar tersebut harus diselesaikan dengan cepat. Ia pun meminta kepada kepala daerah hingga DPRD untuk segera diselesaikan dan tidak menunda-nunda.
"Karena kita tahu investasi yang ada di negara kita saat ini sudah 53 persen itu berada di luar Jawa. Ini bagus sekali pemerataan terjadi karena telah dibangun infrastruktur yang banyak di luar Jawa, sehingga investasi itu menuju keluar Jawa. Sangat bagus untuk pemerataan kita," pungkasnya. bgr
Editor : Redaksi