Kementerian PUPR Anggarkan Rp2,1 T untuk Program Padat Karya

surabayapagi.com
Foto ilustrasi. Foto: Kementerian PUPR.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,1 triliun untuk program padat karya pada tahun 2023 ini.

"Terkait infrastruktur berbasis masyarakat atau Program Padat Karya, kami sampaikan sebesar Rp2,1 triliun," kata Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Selasa (24/1/2023).

Baca juga: Pengangguran Tinggi, Fraksi PDIP Desak Tambahan Rp250 M untuk Padat Karya dan UMKM

Diana berharap, dengan alokasi dana tersebut, bisa menyerap 62 ribu tenaga kerja di program padat karya tahun ini.

Adapun total alokasi Program Padat Karya sebesar Rp 2,1 triliun itu terdiri dari Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) di 1.890 lokasi. Kemudian untuk Program Sanitasi Pendidikan Keagamaan di 1.550 lokasi, Program Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) di 307 lokasi.

Baca juga: Kota IKN Didesain Super Modern, Dilengkapi Tiang Listrik Cerdas yang ‘Bisa Bicara'

Selanjutnya, untuk Penanganan Kemiskinan Ekstrem di 70 lokasi, Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di 1.063 desa, dan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di 1.340 kecamatan.

Sebelumnya, Diana menyebut, realisasi Program padat karya bidang Cipta Karya pada 2022 tercatat mencapai Rp 2,192 triliun dari total alokasi pagu Rp 2,193 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 105.333 orang.

Baca juga: Program 3 Juta Rumah Gratis Dianggarkan Rp 144 Juta per Unit, Menteri PUPR: Belum Dibahas

Secara keseluruhan, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp15,07 triliun untuk Program Padat Karya dalam rangka membuka lapangan kerja pada 2023.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR mengintensifkan pelaksanaan Program Padat Karya pada 2023 untuk membantu membuka lapangan pekerjaan dan menjaga daya beli masyarakat. Ia pun menargetkan sebanyak 785 ribu orang dapat menerima manfaat program padat karya tahun ini. jk

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru