SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati berkesempatan hadir dan membuka secara langsung Musyawarah Daerah (Musda) Ketiga Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Mojokerto. Pada kesempatan ini, Bupati Ikfina berharap para tokoh Muhammadiyah turut serta dalam menjaga situasi Kabupaten Mojokerto tetap kondusif, terlebih menjelang tahun politik.
"Tahun ini kita sudah akan memasuki tahun politik, kami berharap, para tokoh Muhammadiyah bisa menjadi garda terdepan melalui dakwah-dakwah untuk menjaga situasi Kabupaten Mojokerto tetap kondusif," ungkapnya.
Baca juga: Wali Kota Mojokerto Tekankan Peran Pers dalam Perayaan Hari Pers Nasional ke-80
Dengan situasi politik yang kondusif, Bulati Ikfina berharap, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto juga bisa terus berkembang dengan normal dan stabil.
Baca juga: Minimalisir Banjir, Pemkab Mojokerto Tuntaskan Normalisasi 3 Waduk
"Atas nama Pemkab dan masyarakat Kabupaten Mojokerto, kami meminta agar Muhammadiyah melalui dakwah bisa mendampingi masyarakat Kabupaten Mojokerto untuk mengikuti pesta demokrasi dengan baik, bermartabat, sehingga situasi politik tetap kondusif, dan kita tetap bisa melanjutkan membangun pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto," terangnya.
Pada Musda yang berlangsung di gedung pertemuan Stikes Majapahit, Minggu (12/2) ini, Bupati Ikfina juga menyampaikan hal-hal penting selain menjelang tahun politik. "Hal-hal yang juga perlu menjadi prioritas kita semua, yakni ancaman krisis ekonomi akibat perang Rusia Ukraina, paling penting yang menjadi tanggung jawab kita semua, yakni anomali cuaca," tuturnya.
Baca juga: Pembangunan Infrastruktur Bendung & Saluran Irigasi Mojokerto Tuntas
Pihaknya mengajak, seluruh elemen yang ada di Kabupaten Mojokerto untuk bekerjasama dalam menghadapi dan menyelesaikan segala permasalahan yang muncul di era saat ini. "Tidak ada yang bisa bekerja sendiri, kita semua perlu bekerjasama sehingga kita tetap bisa saling memberikan support untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto," pungkasnya. Dwi
Editor : Moch Ilham