SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Surabaya mengungkapkan bahwa terdapat beberapa negara yang menanamkan modalnya di Kota Pahlawan. Secara rinci, negara tersebut di antaranya yakni Singapura, Belanda, Tiongkok, Jepang, dan Malaysia.
Kepala DPMPSTP Surabaya Dewi Soeryawati menerangkan, nilai investasi nomor satu berasal dari negara Singapura dengan nilai sebesar Rp 1,311 triliun. Kemudian, di posisi kedua diikuti Belanda dengan nilai investasi Rp 187 miliar.
Baca juga: Dongkrak PAD hingga 10 Persen, Digitalisasi Parkir di Kota Surabaya Berjalan Efektif
”Kalau Tiongkok itu Rp 156 miliar, Jepang Rp 136 miliar, dan Malaysia Rp 133 miliar nilai investasinya,” jelas Dewi.
Baca juga: Perkuat Karakter Generasi Muda Hindu, Pemkot Surabaya Buka Utsawa Dharma Gita 2026
Menurut Dewi, investasi yang terkerek turut berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Surabaya yang juga menggemuk.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur (Jatim) pada kuartal III tahun 2022, Jatim mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,58 persen (YoY). Sedangkan pada periode yang sama, Surabaya mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,17 persen.
Baca juga: Jadi Pilot Uji Coba Perlinsos Digital, Pemkot Surabaya: Verifikasi Bansos Cukup 15 Menit
Sementara itu, mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, perekonomian Jatim Kuartal III tahun 2022 yang diukur berdasar produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 700,59 triliun. Kontribusi itu menempatkan Jawa Timur sebagai penyumbang perekonomian terbesar kedua (Kuartal III tahun 2022) di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 25,51 persen. sb
Editor : Redaksi