Stok Cabai Rawit saat Ramadan dan Idul Fitri Diprediksi Aman

surabayapagi.com
Foto ilustrasi.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Ketersediaan cabai rawit di Provinsi Jawa Timur diproyeksikan aman pada bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Hal itu disebabkan karena sentra-sentra produksi mulai memasuki musim panen.

Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jawa Timur Nanang Triatmoko menerangkan, di sentra-sentra produksi cabai rawit di Jatim, seperti Kediri, Blitar, Tuban, dan Lamongan sudah memulai musim panen yang diperkirakan berlangsung selama tiga bulan.

Baca juga: Jelang Nataru 2025/2026, Harga Cabai di Lamongan Naik Tembus Rp 80 Ribu per Kg

“Karena itulah, pada Ramadan dan Idulfitri diproyeksikan pasokan cabai rawit di Jatim aman,” kata Nanang, Rabu (8/3/2023).

Meskipun pasokan diperkirakan aman, Nanang menegaskan, tidak berarti otomatis mempengaruhi harga cabai rawit menjadi turun. Menurutnya, harga cabai rawit sangat ditentukan karena kondisi cuaca dan tinggi-rendahnya permintaan.

Jika pada cuaca saat musim panen tidak mendukung karena hujan, serta permintaan cabai rawit meningkat tajam, maka pasokan cabai yang banyak tetap tidak mampu menekan harga. Harga cabai diproyeksikan akan mengalami kenaikan.

Selain itu, kata dia, hujan juga menjadi penyebab kenaikan harga cabai. Sebab, hujan dapat mengganggu pasokan saat pengiriman cabai. Saat hujan, cabai rawit yang dikirim banyak yang menjadi rusak dan busuk.

Banyaknya cabai yang busuk dalam jumlah banyak akan mempengaruhi jumlah pasokan cabai ke pasar. Akibatnya, harga juga otomatis akan naik sesuai hukum permintaan dan pasokan.

“Kalau cuaca mendukung dan permintaan stabil, maka harga cabai rawit diperkirakan akan turun,” ujarnya.

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Harga Cabai Rawit di Madiun Naik Tembus Rp 65 Ribu per Kg

Nanang pun mengatakan, harga cabai pekan ini rata-rata mencapai Rp60.000/kg di tingkat petani. Harga tersebut meningkat jika dibandingkan dengan pekan lalu.

Dia mengaku tidak mengerti mengapa harga cabai rawit naik, karena secara faktual di beberapa sentra produksi justru mulai memasuki musim panen.

“Mungkin permintaan naik. Mungkin juga karena faktor psikologis karena mendekati Ramadan,” tuturnya.

Saat musim panen, luasan panen cabai rawit di Jatim bisa mencapai sekitar 10.000 hektare lebih. Dia memperkirakan, jumlah produksi cabai merah besar akan naik pada Ramadhan dan Idul Fitri. Hal itu terjadi karena panen cabai merah besar sudah melampaui puncak musim panen.

Baca juga: Tekan Harga Cabai Rawit Melonjak, Pemkot Malang Gencarkan KAD

“Panen cabai besar merah itu selama 14 kali petikan. Puncak petikan terbanyak, pada 7-9 petikan, sedangkan saat ini sudah 9-10 petikan,” ucapnya.

Sebagai informasi, indikasi pasokan cabai merah besar berkurang, harga cabai merah besar naik pada pekan ini menjadi Rp20.000/kg di tingkat petani dimana sebelumnya masih seharga Rp14.000-Rp15.000/kg di tingkat petani. Sementara untuk cabai merah keriting, harganya stabil karena permintaannya rendah di Jatim.

“Cabai merah keriting banyak dikonsumsi masyarakat Jawa Tengah, Jakarta, dan Sumatera,” tutupnya. sb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru