APERSI Jatim Hadapi 3 Tantangan Realisasi Program Satu Juta Rumah

surabayapagi.com
Ketua DPD Apersi Jatim Makhrus Sholeh. Foto: Bisnis.

SURABAYAPAGI.COM, Malang - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia (APERSI) Jawa Timur  (Jatim) tengah melakukan berbagai upaya guna menghadapi tantangan dalam merealisasikan program pemerintah yakni Satu Juta Rumah pada tahun 2023 ini.

Ketua DPD APERSI Jatim, Makhrus Soleh mengatakan bahwa para pengembang perumahan dihadapkan 3 tantangan utama dalam mewujudkan program Satu Juta Rumah. Regulasi pemerintah hingga tak adanya penyesuaian harga sejak beberapa tahun terakhir dinilai menjadi tantangan tersendiri.

Tantangan pertama yaitu problem lahan yang akan digarap masih berstatus Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Kemudian tantangan kedua mengenai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang berubah menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Ketiga soal penyesuaian harga rumah.

Menurutnya, harga rumah di Jatim sudah 3 tahun tidak ada penyesuaian harga. Ia menuturkan, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Jatim maksimal Rp 150.500.000.

“Ini sudah 3 tahunan tidak naik. Padahal, harga bahan bangunan dan harga tenaga kerja naik dalam 3 tahun terakhir. Tapi harga FLPP dari pemerintah dipatok seperti itu,” kata Mahrus saat rapat koordinasi (rakor) di Malang pada Rabu (8/3/2023).

“Soal harga yang tidak naik. Kalau kami jual diatas itu, PPN nya masuk. PPN nya 11 persen, tidak nutut. Harapannya, (regulasi) penyesuaian harga yang katanya sudah ada di Kemenkeu, semoga segera ditetapkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP APERSI Junaidi Abdillah menyebut bahwa tidak ada penyesuaian harga KPR rumah sejak 3 tahun lalu. Hal tersebut dinilai menyulitkan pengembang dalam melakukan ekspansi rumah bersubsidi.

“Itu kendala krusial pengembang. Mereka bisa menjual untuk saat ini tapi tidak bisa membangun lagi karena kondisi harga material dan sebagainya terus naik. Maka ini perlu perhatian pemerintah agar program Satu Juta Rumah tetap jalan,” terangnya.

Lebih lanjut, Junaidi menambahkan, Kementerian Keuangan sedang menggodok penyesuaian harga rumah tersebut. Ia mengaku mendapat bocoran akan ada penyesuaian harga sekitar 4,8 persen.

“Kemenkeu sedang menggodok penyesuaian harga rumah. Harapannya ada penyesuaian harga sekitar 4,8 persen,” pungkasnya. mlg

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru