SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Pasuruan menorehkan sederet bencana alam. BPBD Kabupaten Pasuruan mencatat ada 27 hingga 30 kejadian bencana selama Januari hingga Maret 2023.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris mengungkapkan, cuaca ekstrem telah memicu berbagai bencana alam. Baik banjir di dataran rendah, tanah longsor di dataran tinggi, hingga puting beliung di beberapa wilayah Kabupaten Pasuruan. "Ada puluhan kejadian,” katanya.
Baca juga: Waspada Bencana! Mas Dhito Instruksikan Personil BPBD dan Desa Siaga 24 Jam
Harris menambahkan, deretan bencana tersebut telah memicu kerusakan yang cukup besar. Contohnya, bencana tanah longsor di wilayah Prigen dan wilayah Tosari. Banyak rumah dan tempat ibadah rusak. Namun, BPBD masih menginventarisasi jumlah dan nilai kerugiannya.
Baca juga: Pohon Tumbang Tutup Jalur Prigen–Pandaan, BPBD Pasuruan Gerak Cepat Evakuasi
”Asesmen masih dilakukan untuk menghitung kerugian dampak bencana,” ujarnya.
Diperkirakan, nilai kerugian telah mencapai miliaran rupiah. Menurut pejabat yang juga menduduki kursi Camat Bangil ini, anggaran Rp 11 miliar tengah disiapkan dalam pemulihan dampak bencana. Baik rehabilitasi infrastruktur maupun beberapa penanganan lainnya.
Baca juga: Bareng DPRD, BPBD Jatim Serahkan Bantuan Material Perbaikan Rumah Terdampak Kebakaran di Surabaya
”Pemkab Pasuruan menyiapkan dana Rp 38 miliar untuk belanja tidak terduga. Di dalamnya juga penanganan bencana alam. Kami telah mengalkulasi Rp 11 miliar untuk merehabilitasi dampak bencana,” tegas Harris. ris
Editor : Moch Ilham