BPBD Kab Pasuruan Anggarkan Rp 11 M untuk Tanggap Bencana

surabayapagi.com
Rumah warga Wonokitri, kecamatan Tosari, kabupaten Pasuruan tertimpa longsoran.

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Pasuruan menorehkan sederet bencana alam. BPBD Kabupaten Pasuruan mencatat ada 27 hingga 30 kejadian bencana selama Januari hingga Maret 2023.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris mengungkapkan, cuaca ekstrem telah memicu berbagai bencana alam. Baik banjir di dataran rendah, tanah longsor di dataran tinggi, hingga puting beliung di beberapa wilayah Kabupaten Pasuruan. "Ada puluhan kejadian,” katanya.

Baca juga: Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, Khofifah Ajak Masyarakat Waspada Karhutla di Tengah Ancaman El Nino

Harris menambahkan, deretan bencana tersebut telah memicu kerusakan yang cukup besar. Contohnya, bencana tanah longsor di wilayah Prigen dan wilayah Tosari. Banyak rumah dan tempat ibadah rusak. Namun, BPBD masih menginventarisasi jumlah dan nilai kerugiannya.

Baca juga: Gerak Cepat, BPBD Kota Kediri Tuntaskan Penanganan Dampak Cuaca Ekstrem di 18 Titik

”Asesmen masih dilakukan untuk menghitung kerugian dampak bencana,” ujarnya.

Diperkirakan, nilai kerugian telah mencapai miliaran rupiah. Menurut pejabat yang juga menduduki kursi Camat Bangil ini, anggaran Rp 11 miliar tengah disiapkan dalam pemulihan dampak bencana. Baik rehabilitasi infrastruktur maupun beberapa penanganan lainnya.

Baca juga: Material Batu Besar Menutup Jalur Trenggalek-Ponorogo Mulai Dibersihkan Petugas Gabungan

”Pemkab Pasuruan menyiapkan dana Rp 38 miliar untuk belanja tidak terduga. Di dalamnya juga penanganan bencana alam. Kami telah mengalkulasi Rp 11 miliar untuk merehabilitasi dampak bencana,” tegas Harris. ris

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru