SURABAYAPAGI.COM, Malang - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tengah melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan stok dan fluktuasi harga bahan pangan pokok yang biasanya terjadi menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
Salah satunya dengan melakukan monitoring ke pusat pusat perbelanjaan hingga ke sejumlah pasar. Bahkan, operasi pasar juga dilakukan sebagai salah satu upaya pengendalian.
Baca juga: Dipicu Harga Cabai Rawit Anjlok, Kota Malang Alami Deflasi 1,10 Persen per Januari 2026
Selain itu, Pemkot Malang menggelar High Level Meeting (HLM) TPID Kota Malang guna membahas permasalahan tersebut di Hotel Grand Mercure Kota Malang pada Senin (13/3/2023). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 50 orang yang berasal dari pihak seperti Perum Bulog, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Isu strategis setelah pandemi dan menjelang puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri adalah terkait inflasi daerah. Semua bahan pokok harus terkendali dan daya beli terjangkau,” kata Wali Kota Malang Sutiaji.
Baca juga: Momen Prabowo dan AHY Satu Mobil di SMA Taruna Nusantara Malang
Menurut Sutiaji, fluktuasi harga kemungkinan terjadi karena adanya kebutuhan orang yang meningkat. Meskipun bulan puasa, namun permintaan masyarakat juga masih meningkat.
Ia memberi contoh seperti saat ini, dimana Bulan Ramadan kurang beberapa hari lagi yang diindikasi akan terjadi panic buying di kalangan masyarakat. Mulai dari bahan pangan minyak goreng, beras, gula, daging sapi dan ayam.
Baca juga: Tingkat Hunian Hotel di Kota Malang Diprediksi Tembus 80 Persen di Momen Nataru
“Paling harus diantisipasi adalah kelangkaan bahan kebutuhan masyarakat. Bagaimana hal itu tidak terjadi, dan TPID harus dapat mengendalikan inflasi. Selain itu, distribusi dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok harus dijaga. Jika memang dibutuhkan harus menggelar operasi pasar, maka segera dilaksanakan,” terangnya. mlg
Editor : Redaksi