Ramadhan, Masih Banyak Warung Beroperasi tanpa Penutup

surabayapagi.com
Warung makan milik Ali di Ketintang yang beroperasi tanpa penutup.

SURABAYA PAGI, Surabaya- Awal Bulan Suci Ramadhan 1444 Hijriyah jatuh pada Kamis (23/3). Namun berdasarkan penelusuran Surabayapagi, mayoritas masyarakat Surabaya tetap melaksanakan aktivitas seperti biasanya, termasuk masih membuka usaha warung makan dan kopi.

Masih banyak warung makan tidak menggunakan tabir atau penutup. Padahal Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah keluarkan surat edaran resmi yang berbunyi bahwa di tengah bulan Ramadhan, warung yang buka siang hari harus menggunakan tabir.

Baca juga: Dongkrak Pertumbuhan UMKM, Diskopindag Lumajang Gelar Bazar Murah Ramadhan Kareem

"Hari ini masih banyak yang makan di warung saya mas, meski bulan puasa, Alhamdulillah, " ujar Ali (39), pemilik warung makan tegal di Jalan Ketintang Madya no. 03 Surabaya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansyah mengeluarkan surat edaran tersebut di Gedung Negara Grahadi pada Selasa siang lalu (21/3), tentang peningkatan keamanan dan ketertiban selama Ramadhan dan Idul Fitri 1444 Hijriyah.

Baca juga: Bulan Ramadhan 2026 Jadi Berkah Cuan Pengusaha Kue Kering di Kota Malang

Di dalam surat edaran tersebut menjelaskan, pedagang makanan dan minuman diperbolehkan buka di siang hari namun dihimbau menggunakan tabir.

Meski begitu, Ali masih tetap membuka warung tanpa busana tanpa tabir dengan alasan dia tidak mengetahui informasi himbauan dari gubernur. Namun saat diberitahu Surabayapagi, Ali mengungkapkan kesediaanya.

Baca juga: Berkah Ramadhan Menuju Lebaran, Tukang Servis Bedug Masjid Ponorogo Banjir Orderan

"Iya mas, saya akan mentaati surat edaran tersebut, karena saya baru mengetahui informasi surat edaran itu sekarang," kata Ali Mistoyo sembari melayani pembeli di warung makannya.nul

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru