SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Anggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat Benny K Harman, menyampaikan kecurigaannya soal adanya motif upaya pelengseran Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait isu dugaan TPPU Rp 349 triliun.
Benny blak-blakan menyampaikan kecurigaan itu di depan Ketua Komite Nasional Koordinator Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (KNK-PP-TPPU) Mahfud Md.
Baca juga: Fraksi Demokrat Kawal Raperda Produk Halal Memudahkan UMKM
Benny mempersoalkan beda pemaparan Mahfud dengan data Sri Mulyani dalam rapat Komisi XI DPR beberapa waktu lalu. Benny heran padahal Mahfud dan Sri Mulyani bukan orang sembarangan.
"Ibu Sri Mulyani menjelaskan ke Komisi XI, jauh berbeda dengan apa yang tadi Bapak sampaikan. Jadi ini yang membuat kami, mohon maaf, mana yang harus kami percaya. Ibu Sri Mulyani bukan orang sembarangan, Bapak juga begitu. Sama-sama pembantu Presiden. Bapak adalah Ketua Komite, beliau adalah anggota Komite," kata Waketum Demokrat itu di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/3/2023).
Baca juga: Demokrat Bojonegoro Panaskan Mesin Politik, Sukur Priyanto Bidik Kemenangan Pemilu
Kecurigaan Lengserkan Sri Mulyani
Benny K Harman, menyampaikan kecurigaannya soal adanya motif upaya pelengseran Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait isu dugaan TPPU Rp 349 triliun. Benny blak-blakan menyampaikan kecurigaan itu di depan Ketua Komite Nasional Koordinator Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (KNK-PP-TPPU) Mahfud Md.
Baca juga: Gebrakan Demokrat Jatim, Gelar Donor Darah Serentak di 38 Kabupaten/Kota
Apalagi beda pemaparan Mahfud dengan data Sri Mulyani dalam rapat Komisi XI DPR beberapa waktu lalu. Benny heran padahal Mahfud dan Sri Mulyani bukan orang sembarangan.
"Ibu Sri Mulyani menjelaskan ke Komisi XI, jauh berbeda dengan apa yang tadi Bapak sampaikan. Jadi ini yang membuat kami, mohon maaf, mana yang harus kami percaya. Ibu Sri Mulyani bukan orang sembarangan, Bapak juga begitu. Sama-sama pembantu Presiden. Bapak adalah Ketua Komite, beliau adalah anggota Komite," ingat Waketum Demokrat itu . n jk/erc/rmc
Editor : Moch Ilham