Gubernur Khofifah Ungkap Alasan Penurunan Kemiskinan di Jatim Terhambat

surabayapagi.com
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Foto: Pemprov Jatim.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa upaya penurunan angka kemiskinan di Jawa Timur terus dilakukan.

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah dalam jawaban terkait pandangan umum Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2022 yang dibacakan di rapat paripurna DPRD Jatim, Jumat (14/4/2023).

Baca juga: MPR RI Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Kemandirian Fiskal dan Pembiayaan Pembangunan

Dalam kesempatan itu, Khofifah menjelaskan bahwa karakteristik kemiskinan di Jatim didominasi dengan kantong kemiskinan yang berada di perdesaan bukan di perkotaan.

“Perbedaan kantong kemiskinan ini menuntut strategi dan pendekatan tersendiri. Jika di perkotaan, mata pencaharian penduduk sebagian besar di sektor formal, jasa dan perdagangan sedangkan penduduk di perdesaan, mata pencaharian penduduk miskinnya sebagian besar adalah petani dan sebagian besar adalah buruh tani,” jelas Khofifah.

Khofifah menyampaikan, efektifitas program penanggulangan kemiskinan bisa dilihat dari capaian penurunan kemiskinan Jawa Timur. Pada tahun 2021, kemiskinan Jawa Timur tercatat sebesar 10,59 persen dan turun menjadi 10,49 persen pada tahun 2022.

Menurutnya, terhambatnya penurunan kemiskinan di tahun 2022 disebabkan oleh adanya kebijakan kenaikan harga BBM.

“Adanya kebijakan kenaikan harga BBM yang berdampak pada kenaikan harga komoditi, baik makanan dan non makanan sehingga berdampak pada bertambahnya penduduk dengan pengeluaran di bawah garis kemiskinan,” jelasnya.

Baca juga: Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Namun, ia menilai, efektifitas program penanggulangan kemiskinan sejauh ini masih efektif dalam menurunkan angka kemiskinan di Jatim.

Kendati demikian, memang perlu terus dilakukan perbaikan terkait pendasaran program serta waktu penyaluran dan besaran bantuan yang diberikan sehingga lebih efektif dalam menanggulangi kemiskinan di Jatim.

“Upaya pengentasan kemiskinan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat dan desa yang dilakukan telah memberikan kontribusi signifikan terhadap kebangkitan ekonomi Jatim,” katanya.

Baca juga: Timbunan Sampah Jatim Tembus Jutaan Ton, DPRD Minta Pemprov Bergerak

Mantan Menteri Sosial ini juga menjelaskan upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang baik. Di antaranya adalah dengan meningkatkan kinerja ekonomi dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia dan memperkuat sinergi lintas sektor.

Kemudian, mengembangkan inovasi dalam pemanfaatan teknologi dan sumber daya manusia serta melakukan peningkatan nilai tambah agro industri melalui optimalisasi hilirisasi komoditas agrikultur dan hortikultur.

Selanjutnya, pengembangan industri mikro  kecil dan menengah, penguatan daya saing manufaktur dan perdagangan melalui peningkatan kerjasama antar daerah, serta mendorong percepatan pertumbuhan industri pariwisata yang memiliki kemampuan tumbuh lebih cepat dengan didukung potensi kawasan strategis pariwisata Jawa Timur. sb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru