Potret Anies, Sedang Baca Buku "Principles for Navigating Big Debt Crises" di Medsos, Dikhawatirkan Politik Gimik

surabayapagi.com
Momen Anies Baswedan saat membaca buku Principles for Navigating Big Debt Crises yang diunggah di akun instagramnya dan diunggah lima hari lalu.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Buku berjudul "Principles for Navigating Big Debt Crisesber" dipegang Anies Baswedan dan diungguh di media sosial, akhir April ini Action Anies ini gugah jagad dunia maya. Dalam ungguhan ini capres unggulan Nasdem, tak mencerikan esensi isi buku. Anies dituding nitizen dan pengamat politik sedang melakukan politik gimik. Tudingan ini masuk akal, karena buku ini dicetak sejak tahun 2018 oleh Ray Dalio, penulis berkebangsaan Amerika Serikat . Sementara ungguhan foto Anies pegang buku ini baru terdeteksi akhir April Lalu. Ada rentang lima tahun.

Dari seorang akademisi yang sudah baca buku ini mengatakan buku ini bercerita tentang kiat menghadapi kebangkrutan suatu negara.

Baca juga: Ormas Dirikan "Partai Gerakan Rakyat", Was-was

Buku "Principles for Navigating Big Debt Crises" adalah hasil karya Ray Dalio yang pertama kali terbit pada 2018 lalu. Buku ini diluncurkan sekaligus memperingati satu dekade krisis keuangan Amerika Serikat (AS) yang dipicu kejatuhan bank investasi Lehman Brothers pada 2008 silam.

Mengutip Financial Times, Ray Dalio adalah sosok investor kenamaan sekaligus pendiri Bridgewater Associates, perusahaan manajemen investasi yang berbasis di AS. Ia juga dikenal dengan sejumlah buku yang laku hingga jutaan eksemplar.

Dalio menuliskan buku tersebut dengan tujuan mengantisipasi krisis keuangan AS pada 2008 terulang kembali. Oleh karena itu, ia menyiapkan semacam panduan agar Negeri Paman Sam tidak kembali jatuh ke lubang yang sama.

"Ray Dalio percaya hampir semua hal terjadi berulang kali, sehingga dengan mempelajari pola, seseorang dapat memahami hubungan sebab-akibat di balik peristiwa dan mengembangkan prinsip untuk menghadapinya dengan baik," tulis penjelasan ringkasan buku tersebut di situs Amazon, dikutip Kamis (27/4/2023).

 

Tiga Cara Antisipasi Krisis

Dalio membagi dalam tiga bagian cara-cara mengantisipasi krisis. Pertama, The Archetypal Big Debt Cycle. Kedua, Three Detailed Cases. Di dalam bagian kedua ini, Dalio mengkaji secara mendalam krisis keuangan 2008, depresi besar pada 1930-an, dan hiperinflasi di Republik Weimar Jerman pada 1920-an.

Di bagian ketiga, Dalio membagi penjelasan buku tersebut dalam Compendium of 48 Cases. Ini merupakan rangkuman grafik dan uraian singkat tentang krisis utang terburuk dalam 100 tahun terakhir.

"Sehingga membuat ruang fiskal negara untuk pembangunan menjadi semakin terbatas, hingga akhirnya elitnya cenderung berpikir jangka pendek dengan menumpuk utang luar negeri dalam jumlah lebih banyak lagi," katanya

 

Politik Gimik Anies Baswedan

Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic), Khoirul Umam, menyebut Anies sedang menyentil pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun, Umam menyebut Anies baru tahap membaca dan belum memaparkan pemikirannya soal perubahan. Anies disarankan untuk segara menyampaikan gagasan perubahan.

"Para pendukung Anies menginginkan kejelasan sikap, pandangan dan pemikirannya untuk menerangkan seperti apa konsep perubahan yang ia maksud. Karena itu, jika Anies ingin mengonsolidasikan basis pemilih loyalnya, maka bacaan buku Bid Debt Crisis itu hendaknya tidak berhenti dengan foto, melainkan harus melangkah lebih jauh dengan menyampaikan pandangan, argumen, dan sintesa pemikirannya atas referensi bacaan-bacaan tersebut," ucapnya.

"Agar rakyat lagi-lagi tidak terjebak dalam politik gimik, melainkan betul-betul paham bagaimana substansi pemikiran dan alternatif kebijakan yang ia tawarkan," pinta Umum

Baca juga: Anies: Gagasan Perubahan Jangan Pernah Hilang

 

Kerap Pamer Momen Baca Buku

Anies terlihat membaca buku di pinggir laut namun tidak menyebutkan lokasi persis foto itu diambil. Dalam foto yang diunggah Anies, judul buku tersebut terpampang jelas.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu membubuhkan keterangan foto atau caption unggahannya. Anies mengajak untuk membaca dan bersiap sebelum besok menyambut hari baru yang lebih baik.

"Matahari yang terang itu, kini mulai meredup terbenam. Teduh, semilir dan tenang untuk membaca dan bersiap. Sebelum esok menyambut hari yang baru dan lebih baik," tulis Anies.

"Bagi yang telah mengakhiri masa liburan, selamat bersiap kembali bekerja dan berkarya esok hari," lanjutnya

Terlepas dari buku Principles for Navigating Big Debt Crises yang dibaca Anies, bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) pada Pemilu Presiden 2024 itu memang kerap memamerkan momen dirinya membaca buku.

Bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan mengunggah foto sedang membaca buku 'Principles for Navigating Big Debt Crises' di media sosialnya.

Baca juga: Anies Tunjukan Gestur 3 Jari

"Buku Big Debt Crises itu merupakan sentilan Anies terhadap pemerintahan Jokowi yang tampaknya ia nilai mirip dengan penjelasan buku yang membahas tentang evaluasi kebijakan negara-negara yang terjebak dalam utang luar negeri," kata Umam saat dihubungi, Kamis (27/3/2023).

 

Anies Belum Pikirankan Soal Perubahan

"Sehingga membuat ruang fiskal negara untuk pembangunan menjadi semakin terbatas, hingga akhirnya elitnya cenderung berpikir jangka pendek dengan menumpuk utang luar negeri dalam jumlah lebih banyak lagi," katanya

Menurut Umam, buku yang dibaca Anies memberikan sebuah alternatif kebijakan negara soal utang luar negeri. Sehingga negara tak terjebak dalam utang luar negeri.

"Buku yang dibaca Anies itu juga memberikan sejumlah alternatif rekomendasi kebijakan penataan kembali keuangan negara agar tidak terjebak lebih dalam oleh jeratan utang luar negeri," ujarnya.

Namun, Umam menyebut Anies baru tahap membaca dan belum memaparkan pemikirannya soal perubahan. Anies disarankan untuk segara menyampaikan gagasan perubahan.

"Para pendukung Anies menginginkan kejelasan sikap, pandangan dan pemikirannya untuk menerangkan seperti apa konsep perubahan yang ia maksud. Karena itu, jika Anies ingin mengonsolidasikan basis pemilih loyalnya, maka bacaan buku Bid Debt Crisis itu hendaknya tidak berhenti dengan foto, melainkan harus melangkah lebih jauh dengan menyampaikan pandangan, argumen, dan sintesa pemikirannya atas referensi bacaan-bacaan tersebut," harap Umam. n jk/rmc

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru