SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan diri sebagai partai politik bernama Partai Gerakan Rakyat. Mereka menggandeng Anies Baswedan agar bisa menjadi calon Presiden Republik Indonesia.
”Tentunya bukanlah sebuah perjuangan yang ringan, kita semua sadar bahwa mendirikan partai politik di Indonesia ini dan mungkin bisa dicek di seluruh negara barangkali, pendirian partai politik di Indonesia adalah penuh dengan syarat-syarat yang mungkin sangat-sangat berat di muka bumi ini," ingat Anies Baswedan, yang dihubungi Senin (19/2), terkait rencana Ormas Gerakan Rakyat mendeklarasikan menjadi partai politik usai menggelar rakernas, pekan lalu. Ormas ini ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
Organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan diri sebagai partai politik bernama Partai Gerakan Rakyat, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta, Minggu (18/1/2026).
"Satu hal kita menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur dan yang kedua kita menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti insyaallah adalah Anies Rasyid Baswedan," ujar Ketum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, dalam live YouTube Gerakan Rakyat, Minggu (18/1/2026).
Parpol Butuh Struktur
Sahrin menyebut perjuangan Gerakan Rakyat dari 2023 tentu memiliki harapan yang semakin tinggi. Dia menetapkan bahwa ormas ini menjadi sebuah parpol dengan nama Partai Gerakan Rakyat.
"Dan di awal 2026 kita mencatatkan bahwa persaudaraan atau perkumpulan Gerakan Rakyat ini melalui rapat kerja nasional, telah menetapkan berdirinya partai politik dan partai itu adalah Partai Gerakan Rakyat," katanya.
Sahrin mengingatkan para anggotanya mendirikan parpol butuh struktur yang mewakili di setiap provinsi di Indonesia.
"Yang pertama untuk mendirikan partai politik harus memiliki kepengurusan di tingkat pusat dan 100% di tingkat wilayah, berarti kita harus memiliki 38 struktur di seluruh provinsi yang kedua harus ada 75% di seluruh daerah, berarti sekitar 402 kota/kabupaten kita harus memiliki struktur," ujarnya, terkesan was was.
Organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat ini telah meluncurkan kartu tanda anggota (KTA) sekaligus membuka pendaftaran anggota. Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditunjuk sebagai anggota kehormatan Gerakan Rakyat dan mendapat KTA nomor 001.
"Alhamdulillah, telah dibuka kesempatan untuk bergabung. Dan harapannya ini nanti bisa memfasilitasi seluruh rakyat Indonesia untuk Indonesia lebih adil, Indonesia lebih setara, Indonesia untuk semua," ujar Anies di kawasan Jakarta Selatan, Rabu lalu.
"Terima kasih atas kehormatannya menjadi anggota kehormatan 001. Mudah-mudahan menjadi kesempatan untuk berkiprah lebih luas lagi di dalam platform Gerakan Rakyat," kata Anies
Anies berharap Gerakan Rakyat bisa memberikan manfaat untuk masyarakat. Anies juga menginginkan ormas tersebut bisa menjadi wadah untuk berdiskusi.
"Harapannya, makin memberikan manfaat, kesempatan untuk tukar pikiran, tukar gagasan, saling dorong untuk kegiatan kebaikan, kegiatan memberikan manfaat," katanya.
Ormas Gerakan Rakyat menargetkan merekrut satu juta anggota hingga tahun 2026.
Terinspirasi Pemikiran Anies Baswedan
Ormas yang terinspirasi dari pemikiran mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menilai capaian tersebut akan menjadi indikator kuat atas penerimaan publik terhadap gerakan mereka
Sahrin mengklaim antusiasme masyarakat untuk bergabung cukup tinggi. Hingga saat ini, sekitar 8.000 orang telah mendaftarkan diri sebagai anggota. Ia mencatat, rata-rata terdapat sekitar 2.000 pendaftar yang mengajukan permohonan kartu tanda anggota (KTA).
Gerakan Rakyat resmi dideklarasikan pada Kamis, 27 Februari 2025, di Gedung Jakarta Inisiatif Office, Cilandak, Jakarta Selatan. Saat ini, organisasi tersebut telah memiliki pimpinan cabang di seluruh provinsi di Indonesia serta kantor di sebagian besar kota dan kabupaten. n jk/erc/rmc
Editor : Moch Ilham