SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) mencatat Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jatim pada bulan April 2023 sebesar 102,22. Angka tersebut naik 0,50 persen jika dibandingkan dengan NTN bulan sebelumnya.
"NTN Jawa Timur bulan April 2023 naik 0,50 persen, dari 101,71 di bulan Maret 2023 menjadi 102,22 di bulan April 2023," Kepala BPS Jatim, Zulkipli saat konferensi pers NTP dan NTN di Jatim di Kantor BPS Jatim, Selasa (2/5/23).
Baca juga: Ekspor Jatim Turun 5,33 Persen, Impor Naik 16,56 Persen hingga Juli 2026
Zulkipli mengungkapkan bahwa NTN merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli nelayan. Tak hanya itu, NTN juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk perikanan tangkap dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
Menurutnya, kenaikan NTN ini disebabkan karena indeks harga yang diterima nelayan (lt) naik sebesar 0,70 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar nelayan (lb) naik sebesar 0,20 persen.
Secara rinci, sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah ikan tongkol, ikan kembung, rajungan, ikan kuniran, kepiting air tawar, kerang, ikan tenggiri, ikan bawal, ikan benggol, dan ikan tambakan.
Baca juga: Inflasi Jatim Agustus 2026 Tembus 3,32 Persen, Emas dan Transportasi Jadi Pemicu
Dari keseluruhan komoditas utama lt itu, lanjut Zulkipli, ikan tongkol mempunyai andil yang besar.
"Ikan Tongkol merupakan penyumbang kenaikan lt tertinggi yakni sebesar 3.68 persen," ujarnya.
Baca juga: Kontribusi Ekonomi Pulau Jawa Capai 54,67% Atas Total PDB Nasional
sementara komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima nelayan diantaranya ikan teri, ikan layang, udang laut, ikan belanak, ikan layur, cumi-cumi, ikan lemuru.
"Kemudian juga disusul kepiting laut, ikan kerapu, dan gurita," tutupnya. sb
Editor : Redaksi