Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

author Muhajirin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas saat menyerahkan beras ke penerima.

FOTO:SP/MUHAJIRIN
Petugas saat menyerahkan beras ke penerima. FOTO:SP/MUHAJIRIN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Beberapa hari yang lalu, warga di wilayah Tuban mengeluhkan beras Program Bantuan Pangan (Banpang) tidak layak konsumsi, langsung di respon cepat oleh Perum Bulog Cabang Bojonegoro, salah satunya dengan mengganti beras yang lebih berkualitas.

Pimpinan Bulog Kantor Cabang Bojonegoro, Umar Said mengatakan, Bulog telah menerapkan sejumlah tahapan pengawasan untuk memastikan kualitas beras sebelum diterima masyarakat.

Selain melakukan proses pengemasan beras ke dalam kemasan 10 kilogram, Bulog juga melakukan pengecekan kualitas selama proses pengemasan hingga sebelum beras dikirim ke titik distribusi.

“Bulog juga telah membentuk Tim Monitoring dan Evaluasi Kualitas dan Kuantitas Penyaluran yang bertugas melakukan pengecekan beras bantuan pangan sebelum dilakukan pengiriman ke titik distribusi,” kata Umar.

Menurutnya, masyarakat yang menemukan beras bantuan pangan dengan kualitas yang dianggap tidak sesuai, dapat menyampaikan aduan melalui layanan pengaduan Bulog, Satgas Bantuan Pangan Bulog di desa, maupun aparat desa.

Bulog memastikan setiap aduan akan segera ditindaklanjuti. “Penukaran beras tersebut akan kami layani ditindaklanjuti pada hari yang sama atau maksimal 1x24 jam,” tegas Umar.

Hal tersebut dibuktikan ketika masyarakat Desa Prunggahanwetan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, menyampaikan aduan terkait beras bantuan pangan yang dinilai kurang layak.

Mendapat laporan tersebut, Bulog Bojonegoro langsung melakukan pengecekan ke titik penyaluran. Beras yang dikeluhkan warga tersebut kemudian langsung diganti dengan beras yang memiliki kualitas sesuai ketentuan dalam waktu kurang dari 1x24 jam sejak aduan diterima.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Tidak sampai 1x24 jam, aduan tersebut sudah kami layani,” ucap Umar.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengapresiasi Pemerintah Desa Prunggahanwetan yang turut mengawal proses penukaran dan memastikan beras yang diterima masyarakat layak dikonsumsi.

“Kami terus berkomitmen memastikan kualitas beras yang disalurkan sesuai ketentuan dan proses monitoring dan pengecekan kualitas akan terus kami lebih tingkatkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Prunggahanwetan, Hari Winarko menyambut baik respons cepat Bulog Bojonegoro dalam menangani keluhan masyarakat.

“Alhamdulillah pihak Bulog sudah langsung mengganti berasnya dengan kualitas yang baik dan tidak berbau. Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Bulog,” ujarnya saat menerima dan mengecek langsung kualitas beras bantuan pangan.

Di sisi lain, Bulog bersama anggota Komisi IV DPR RI Eko Wahyudi juga melakukan pemantauan penyaluran Bantuan Pangan Beras di Desa Jatiklabang, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, pada Kamis (17/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Eko Wahyudi mengimbau masyarakat agar bantuan beras yang diterima dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Beras Bantuan Pangan ini saya imbau jangan sampai dijual kembali. Harus menjadi manfaat buat warga sekalian,” ujarnya.

Program bantuan pangan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga di tengah kebutuhan pokok yang terus menjadi perhatian.

Program Bantuan Pangan Tahap II untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 saat ini mulai masif disalurkan kepada masyarakat. Penyaluran tersebut mencakup wilayah Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan.jir

Berita Terbaru

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sinergi semua pihak terus dibangun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, agar target Pendapatan Asli Daerah…

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, segera menikmati layanan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga. Pembangunan i…

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

SurabayaPagi, Jember — Pengusutan dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro di Jember terus berkembang. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati J…

Batik Tak Lagi Sekadar Dipajang, HBN 2026 Bawa Wastra Jawa Timur Berlayar di Kalimas

Batik Tak Lagi Sekadar Dipajang, HBN 2026 Bawa Wastra Jawa Timur Berlayar di Kalimas

Jumat, 18 Sep 2026 12:44 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 12:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Peringatan Hari Batik Nasional (HBN) 2026 di Surabaya tidak hanya menghadirkan batik di ruang pamer. Yayasan Batik Indonesia (YBI) b…