Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Direktur PT Jatim Parkir Center (JPC), Kiagus Firdaus, membuka peluang penyelesaian sengketa lahan melalui negosiasi setelah Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun menyatakan gugatan Edy Susanto Santosa terhadap dirinya dan perusahaan tersebut tidak dapat diterima, Rabu (16/9/2026).
‎
‎Kiagus menyampaikan tanggapannya seusai konferensi pers, Jumat (18/9/2026). Ia menyatakan mengikuti putusan pengadilan dan mengklaim memiliki dasar penggunaan lahan berupa akta notaris.
‎
‎“Alhamdulillah PN Kota Madiun mengeluarkan hasil bahwa gugatan tidak diterima, kami hanya mengikuti dari PN saja,” kata Kiagus.
‎
‎Menurutnya, penggunaan lahan tersebut telah berlangsung sejak 2021 berdasarkan akta notaris. Apabila penggugat mengajukan banding, pihaknya siap mengikuti proses hukum.
‎
‎“Kalau mereka melakukan banding tentunya kami akan mengikuti proses hukum seperti itu,” ujarnya.
‎
‎Meski demikian, Kiagus berharap sengketa tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik melalui negosiasi. Ia mengaku tidak berniat menguasai lahan yang menjadi objek sengketa.
‎
‎Menurut Kiagus, pihaknya mempersilakan penggugat mengambil alih lahan tersebut dengan syarat mengganti dana yang telah dikeluarkan untuk pembangunan dan pengelolaan.
‎
‎“Total yang sudah kami keluarkan, baik material maupun imateril kurang lebih sekitar 2,5 miliar,” klaimnya.
‎
‎Kiagus menyebut lahan seluas 3.800 meter persegi itu sebelumnya terbengkalai dan tidak dapat dimanfaatkan. Ia mengklaim pihaknya telah mengeluarkan investasi dalam jumlah besar sebelum mengelola lahan tersebut.
‎
‎Ia juga mengaku beberapa kali berupaya menemui penggugat untuk mencari penyelesaian damai sebelum perkara bergulir ke pengadilan. Dalam pertemuan itu, kata Kiagus, pihaknya meminta penggantian investasi apabila lahan diambil alih.
‎
‎“Kami tetap ingin negosiasi baik-baik tanpa ranah hukum, tetapi kewajiban untuk mengganti investasi yang sudah kami keluarkan juga harus diselesaikan,” tuturnya.
‎
‎Sebelumnya, Edy Susanto Santosa, yang disebut sebagai pemegang sertifikat hak guna bangunan (SHGB) atas lahan yang digunakan JPC, mengajukan gugatan senilai Rp5 miliar terhadap PT Jatim Parkir Center dan Kiagus Firdaus.

‎Gugatan tersebut terdaftar di PN Kota Madiun dengan nomor perkara 22/Pdt.G/2026/PN Mad sejak 16 Maret 2026. Waf

Tag :

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…