Ganjar pun mengakui, setiap kali datang ke Jawa Timur, dimanapun itu, dirinya selalu permisi kepada yang punya wilayah. Yakni minta ijin atau menginformasikan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. “Saya selalu mencoba, untuk selalu kulonuwun. Saya setiap ke Jawa Timur pasti wa (Whatsapp) Mbak Khofifah sama Mas Emil. pasti saya wa. Ini namanya etis,” ungkapnya.
Ia meyakini cara itulah yang paling efektif. Bahkan ternyata itu jauh bisa mendorong hubungan jadi lebih baik. “Karena kita sedang tidak menghadapi perang di 2024, tetapi hanya kompetisi 5 tahunan yang biasa saja,” ujar Ganjar.
Baca juga: Gubernur Khofifah Berangkatkan 3.000 Peserta Mudik Gratis Kapal Laut dari Pelabuhan Jangkar
Untuk itu, khusus di wilayah-wilayah yang suara PDI-P masih belum kuat di Jawa Timur akan segera dilakukan treatmen khusus. Seperti Tapal kuda bisa dipetakan kondisinya dan tentu saja bagaimana untuk mempersiapkan cara kampanye. “Saya nanti tinggal nyantri saja. Aku kudu piye? apakah saya harus menggunakan baju tertentu, isu tertentu atau masuk lewat pintu mana. karena tidak semua pintu utama bisa membuat semuanya menerimanya dengan benar,” harapnya kepada para tokoh dan kader PDI-P yang lebih paham kondisi masing-masing wilayahnya.
Baca juga: Kapolri Janjikan Desk Ketenagakerjaan Polri Disiapkan hingga Polres
Ganjar pun berterima kasih kepada semua kader PDI-P atas konsolidasi pertama ini. Namun ia meminta agar tetap menjaga suasana tetap hangat bahkan bila perlu harus panas. Karena ketika hangat suasananya, mari memanaskan karena waktu sudah tidak lama. Pemilu ini kurang 283 hari lagi. “Maka ayo kita panaskan, jangan sampai pernah dingin. Dingin sedikit, tuapok! biar panas,” celoteh Ganjar yang disambut tepuk tangan para kader yang hadir sembari berteriak ‘Ganjar Presiden!!’.
Editor : Moch Ilham