SURABAYAPAGI.COM, Probolinggo – Kota Probolinggo pada bulan Juli 2023 mencatatkan inflasi sebesar 0,09 persen. Angka ini merupakan yang terendah ketiga dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo Heri Sulistyono mengatakan bahwa penyumbang inflasi bulanan terbesar berasal dari kelompok pendidikan yang mencapai 9,16 persen. Diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, 5,41 persen.
Baca juga: Musim Haji, Warga Probolinggo Gelar Tradisi ‘Ngater Kajien’ Pakai Perahu Hias
Kemudian, disusul kelompok pakaian dan alas kaki 3,88 persen. Serta, kelompok perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 3,13 persen.
Sementara komoditas penyumbang inflasi tahunan di antaranya yakni, beras, rokok kretek, telur ayam ras, dan perguruan tinggi.
Sedangkan komoditas penyumbang deflasi antara lain cabai rawit, minyak goreng, dan bawang merah.
Baca juga: Dukung Upaya Pemulihan Ekosistem Konservasi, Wisata Gunung Bromo Ditutup Sepekan
“Penyumbang inflasi bulanan adalah telepon seluler, telur ayam ras, hingga angkutan kota,” ujarnya.
Inflasi Juli 2023 itu menjadi yang terendah jika disbanding dengan periode yang sama dalam dua tahun terakhir. Pada Juli 2021, Kota Probolinggo mengalami inflasi 0,12 persen, sedangkan tahun 2022 mengalami inflasi sebesar 0,52 persen.
Baca juga: Sambut Malam 27 Ramadhan, Tradisi Unik ‘Bi-Bi’ Berebut Jajan-Angpau di Probolinggo Tampak Meriah
Adapun secara year-on-year (yoy), inflasi tahunan Kota Probolinggo mencapai 3,15 persen.
“Inflasi tahunan tahun ini lebih rendah, pada 2022 mencapai 4,97 persen. Tinggal upaya pemda mempertahankan target inflasi di bawah 5 persen,” tutupnya. prb
Editor : Redaksi