Damkar Evakuasi Ular Sepanjang 2,5 Meter 'Nangkring' di Atap Rumah Warga

surabayapagi.com
Petugas Damkar Mojoagung Jombang naik ke atap untuk menangkap ular, Sabtu (19/08/2023). SP/ JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Muhammad Abdul Muid (43) warga Dusun Mojodadi, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Jombang terkejut adanya ular yang berada di kayu atap rumahnya pada Sabtu (19/08/2023) pada malam hari.

Diketahui, ular tersebut sepanjang 2,5 meter sedang bersantai ‘nangkring’ di atap rumah Muid tersebut. Dan karena ketakutan, akhirnya Muid melaporkan peristiwa tersebut ke petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat.

Baca juga: Terancam Disegel, Pemkab Jombang Temukan 16 Tower BTS Tak Berizin

Saat petugas berusaha mengevakuasi ular berukuran jumbo tersebut, ular itu sempat menyerang petugas. Namun akhirnya berhasil dilumpuhkan, lalu dimasukkan dalam karung plastik. 

Melihat proses evakuasi yang dilakukan petugas damkar berhasil, tentu saja, pemilik rumah berucap syukur karena hewan melata tersebut akhirnya terusir dari rumahnya.

“Alhamdulillah, akhirnya ular yang ada di atas rumah saya bisa tertangkap,” ujar Muid.

Baca juga: Heboh! Ayam hingga Buah di Menu MBG Jombang Disebut Tak Layak Konsumsi

Awal mula penemuan ular tersebut menurut Abdul Muid, diketahui oleh sang istri saat sedang bersih-bersih rumah. Dia mendengar suara berisik di atap. Saat dilihat ternyata ada seekor ular sedang berada di kayu ‘blandar’ rumah tersebut.

Saat itu, seisi rumah pun panik. Mereka kemudian meminta bantuan petugas Damkar (Pemadam Kebakaran) Mojoagung Kabupaten Jombang. Petugas datang mengenakan APD (alat pelindung diri) lengkap. Dengan menggunakan tangga, mereka naik ke atap.

Baca juga: Meresahkan! Musim Hujan Picu Banjir hingga Ular Masuk Rumah Warga di Pasuruan

Salah satu personil Damkar Mojoagung, Eko Wahyudi, mengatakan bahwa pihaknya sempat kesulitan menangkap hewan jenis reptil tersebut. Pasalnya, lokasi ular tersebut berada di atap. Selain itu, saat hendak ditangkap, ular juga sangat agresif.

“Ular ini panjangnya 2,5 meter dengan diameter 40 centimeter. Jenis ular kayu. Yakni ular yang bahayanya menengah ke bawah. Artinya, mengandung racun tapi tidak begitu bahaya. Ular ini akan kita lepas-liarkan ke habitatnya,” ujar Eko, Minggu (20/08/2023). jbg-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Kamis, 05 Mar 2026 19:47 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Berita Terbaru