SURABAYAPAGI.com, Jombang - Muhammad Abdul Muid (43) warga Dusun Mojodadi, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Jombang terkejut adanya ular yang berada di kayu atap rumahnya pada Sabtu (19/08/2023) pada malam hari.
Diketahui, ular tersebut sepanjang 2,5 meter sedang bersantai ‘nangkring’ di atap rumah Muid tersebut. Dan karena ketakutan, akhirnya Muid melaporkan peristiwa tersebut ke petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat.
Baca juga: Siap Beroperasi Juni 2026, Pemkab Jombang Targetkan Jaring Siswa SD Sekolah Rakyat
Saat petugas berusaha mengevakuasi ular berukuran jumbo tersebut, ular itu sempat menyerang petugas. Namun akhirnya berhasil dilumpuhkan, lalu dimasukkan dalam karung plastik.
Melihat proses evakuasi yang dilakukan petugas damkar berhasil, tentu saja, pemilik rumah berucap syukur karena hewan melata tersebut akhirnya terusir dari rumahnya.
“Alhamdulillah, akhirnya ular yang ada di atas rumah saya bisa tertangkap,” ujar Muid.
Baca juga: Terancam Molor, Progres Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Jombang Masih 57 Persen
Awal mula penemuan ular tersebut menurut Abdul Muid, diketahui oleh sang istri saat sedang bersih-bersih rumah. Dia mendengar suara berisik di atap. Saat dilihat ternyata ada seekor ular sedang berada di kayu ‘blandar’ rumah tersebut.
Saat itu, seisi rumah pun panik. Mereka kemudian meminta bantuan petugas Damkar (Pemadam Kebakaran) Mojoagung Kabupaten Jombang. Petugas datang mengenakan APD (alat pelindung diri) lengkap. Dengan menggunakan tangga, mereka naik ke atap.
Baca juga: Lewat Perombakan OPD, Pemkot Malang Buka Opsi Pembentukan Dinas Damkar
Salah satu personil Damkar Mojoagung, Eko Wahyudi, mengatakan bahwa pihaknya sempat kesulitan menangkap hewan jenis reptil tersebut. Pasalnya, lokasi ular tersebut berada di atap. Selain itu, saat hendak ditangkap, ular juga sangat agresif.
“Ular ini panjangnya 2,5 meter dengan diameter 40 centimeter. Jenis ular kayu. Yakni ular yang bahayanya menengah ke bawah. Artinya, mengandung racun tapi tidak begitu bahaya. Ular ini akan kita lepas-liarkan ke habitatnya,” ujar Eko, Minggu (20/08/2023). jbg-01/dsy
Editor : Desy Ayu