BUMN Harapkan Ekosistem Keuangan Berkelanjutan Dapat mendorong UMKM Untuk Tumbuh

surabayapagi.com
Wakil Menteri BUMN II Rosan Roesaini

Surabayapagi.com, Jakarta - BUMN berkomitmen dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan membangun ekosistem keuangan yang berkelanjutan berdasarkan prinsip ESG berupa, lingkungan (Environment), masyarakat (Social) dan manajemen yang transparan (Governance).

Sebagai penggerak ekonomi dan agen pembangunan, BUMN secara konsisten melihat serta membuka peluang dalam kerjasama dengan mitra domestik hingga asing, yang sejalan dengan transformasi bisnis yang mendukung pengembangan ekonomi berkelanjutan.

Baca juga: DPRD Sidoarjo: Pedagang Kecil Sebagai Urat Nadi Ekonomi Kerakyatan Wajib Dihidupkan

Dengan implementasi prinsip ESG, Wakil Menteri BUMN II Rosan Roesaini menjelaskan bahwa prinsip ini dapat berperan dalam mendorong UMKM dan green financing di Indonesia.

Baca juga: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Trate Takjil Market Volume 4 Libatkan 130 UMKM dan Resmikan Outlet Trate Rasa

"Sustainable and innovative financing diharapkan mampu mendorong para BUMN maupun para pelaku bisnis, tak terkecuali UMKM di berbagai sektor untuk dapat tumbuh secara merata dan menjadi yang terdepan di level internasional," jelas Rosan.

Ia juga mengungkapkan bahwa per Juni 2023, jumlah debitur Ultra Mikro mencapai sekitar 29,5 juta debitur. Adapun HImbara juga telah menyalurkan green financing sebesar Rp 906,9 triliun di kuartal II 2023.

Baca juga: Pejabat Bea Cukai Diduga Ikut Runtuhkan UMKM

Rosan mengatakan sustainable and innovative financing menjadi salah satu bahasan utama dalam ASEAN-Indo Pacific Forum (AIPF): Implementation of the ASEAN Outlook on the Indo-Pacific di Jakarta pada 5-6 September 2023. Ia juga berharap hal ini dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam ekosistem bisnis yang menantang melalui serangkaian upaya untuk menjaga stabilitas berkelanjutan saat menghadapi tantangan dan perubahan. jk-02/Acl

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru