SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Komika Babe Cabita dikabarkan mengidap penyakit langka Anemia Aplastik dan tengah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit selama sekitar 1 bulan lamanya.
Sebelum divonis penyakit langka tersebut, awalnya Babe Cabita didiagnosa mengalami mengidap demam berdarah karena mengalami demam tinggi.
Baca juga: Percepat ORI Campak, Dinkes Kota Malang Siapkan Upaya Jemput Bola ke Rumah Warga
"Positif DBD, terus setelah itu idealnya itu cuma beberapa saat doang demamnya. Nah ini demamnya enggak turun-turun. Sudah gitu dokter udah curiga kalau DBD yang turun hanya trombosit, kalau aku semua turun. Leukosit, darah putihnya sampai nol drop, HB-nya 6 terus trombosit 12 ribu," ucap Babe Cabita, Selasa (05/09/2023).
Setelah melalui serangkaian pemeriksaan medis, Babe baru mengetahui mengidap jenis penyakit yang terbilang langka. Babe menyebut Anemia Aplastik layaknya sakit Autoimun.
"Disedot sumsum tulang belakang (untuk dites). Dari situ diketahui kalau ternyata penyakitnya bukan DBD tapi Anemia Aplastik, penyakit yang cukup langka lah," kata Babe.
Bahkan Babe Cabita mengungkapkan akibat penyakit yang dideritanya, ia mengalami pendarahan di bagian mata.
"Yang ngaruh kemarin di mata. Jadi karena kemarin itu darah aku turun, trombosit, HB semua turun, jadi kalau darah kita lagi rendah, itu rentan untuk pendarahan. Pendarahannya bisa dimana aja, kayak kemarin aku tuh tiba-tiba badan biru-biru," ungkap Babe Cabita.
"Parahnya aku sempat pendarahan di mata yang menyebabkan mata kiri aku kalau ngelihat itu kayak kabur, kayak sensor. Jadi ngelihat orang tuh kayak disensor aja," pungkasnya.
Padahal, selama dua tahun belakangan ini Babe Cabita merasa selalu menerapkan pola hidup sehat. Ia menjaga betul makanan yang dikonsumsi setiap hari serta rajin berolahraga.
"Pola hidup dalam dua tahun terakhir memang jalani pola hidup sehat, rajin diet. Memang lagi pola hidup sehat, enggak macam-macam, jadi tahu sakitnya itu. Tapi penyebabnya enggak tau," tutup Babe Cabiita.
Kini Babe bersyukur kondisinya kini jauh lebih baik. Hanya saja, ia harus rutin minum obat, guna menstabilkan imun tubuhnya.
"Alhamdulillah udah pulih 100 persen, sudah sembuh, jadi sekarang tinggal kayak menjaga imunnya tetap stabil," pungkas Babe Cabita.
Apa itu Penyakit Langka, Anemia Aplastik?
Anemia aplastik adalah gangguan kesehatan berupa anemia atau kurang darah dikarenakan sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel darah baru yang cukup, baik trombosit, leukosit, maupun eritrosit atau ketiganya sekaligus, dikutip dari laman Siloam Hospital, Selasa (05/09/2023).
Anemia aplastik adalah kondisi langka atau jarang ditemukan kasusnya. Walau begitu, anemia aplastik perlu diwaspadai karena tetap bisa dialami oleh seluruh kalangan.
Baca juga: Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah
Penyakit anemia aplastik digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu inherited aplastic anemia dan acquired aplastic anemia. Inherited aplastic anemia adalah anemia aplastik yang diturunkan atau diakibatkan dari kerusakan gen.
Sedangkan acquired aplastic anemia merupakan anemia aplastik yang didapatkan oleh seseorang semasa hidupnya. Acquired aplastic anemia biasanya dialami oleh pasien dengan penyakit autoimun.
Apa Saja Gejala Anemia Aplastik
Anemia aplastik dapat mempengaruhi fungsi setiap jenis darah, yaitu leukosit yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh, trombosit untuk pembekuan darah, dan eritrosit untuk penyaluran oksigen ke seluruh tubuh.
Hal tersebut menyebabkan gejala anemia aplastik bervariasi, tergantung dari sel darah yang terdampak. Namun, gejala umum dari anemia aplastik adalah sebagai berikut, dikutip dari laman Siloam Hospital, Selasa (05/09/2023).
- Demam.
- Lemas.
- Pucat.
- Sakit kepala atau pusing.
- Jantung berdebar-debar.
- Sesak napas.
- Memar-memar.
- Perdarahan, seperti mimisan.
- Mudah terkena infeksi penyakit. jk-06/dsy
Editor : Desy Ayu