Indonesia Belum Menerima Dana Transisi Energi

surabayapagi.com
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Program pensiun dini PLTU membutuhkan banyak biaya. Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa pemerintah sedang mengkaji rencana pensiun dini untuk PLTU Suralaya Banten.

Transisi energi yang hendak dilakukan ini, Luhut mengatakan bahwa hingga saat ini Indonesia belum menerima dana transisi energi atau Just Energy Transition Partnership (JETP) untuk memberhentikan PLTU batubara.

Baca juga: Anggaran MBG Bakal Tembus Rp 300 Triliun

"Iya JETP. Ya itu sampai sekarang kami belum tahu uangnya," jelasnya.

Baca juga: IICCS Forum 2024: PLN Siap Terapkan CCS untuk Dorong Dekarbonisasi Sektor Kelistrikan

Indonesia sendiri telah menyatakan siap untuk menjalankan berbagai program percepatan transisi energi, seperti pensiun dini PLTU. Apalagi usulan transisi energi tersebut utarakan dari negara-negara G7.
"Ya mereka kan yang minta kita buat, ya kita buat. Mereka yang janjiin duitnya, ya sekarang mana duitnya," katanya. jk-01/Acl

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru