Driver MoHat di Lamongan Diajari Cara Mengemudi dengan Baik

surabayapagi.com
Para driver MoHat saat menjawab pertanyaan dari bupati Yuhronur Efendi. SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebanyak 474 driver mobil sehat (MoHat) di Lamongan mendapatkan ilmu tambahan bagaimana cara mengemudi dengan baik dan selamat saat membawa pasien sakit, dengan mengikuti sosialisasi keselamatan berlalu lintas bagi driver mobil sehat (MoHat), Rabu (13/9/2023) di Lamongan Sport Center.

Hadir ditengah tengah driver MoHat, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menuturkan bahwa sosialisasi pada driver MoHat sangat penting. Karena profesionalisme mereka sangat dibutuhkan untuk membantu menangani masyarakat yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan. Yang mana mobil sehat ini merupakan salah satu bagian dari program prioritas Lamongan Sehat.

Baca juga: Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

"Wawasan dari segi teknik mengemudi dan penanganan pertama harus dikuasai oleh seluruh driver MoHat. Karena selain keselamatan mengemudi juga ada keselamatan pasien yang harus dipertanggungjawabkan. Profesionalisme driver MoHat akan memberikan pelayanan kesehatan yang baik untuk masyarakat, sehingga program Lamongan Sehat akan terealisasikan dengan maksimal," tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes saat membuka sosialisasi.

Selaku narasumber dari bidang kesehatan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan dr.Mufidhatul Laely mengatakan bahwa driver MoHat harus dibekali pelatihan khusus secara rutin agar bisa menilai kondisi korban, cek respon korban, memberikan nafas bantuan, menggunakan alat bantuan kesehatan, dan lainnya. 

Baca juga: Motor Tosa Untuk 60 KDKMP di Lamongan Diserahkan

 

Kegiatan yang diadakan dalam rangka menyambut Hari Perhubungan Nasional yang jatuh pada 17 September nanti, juga dilakukan uji emisi pada mobil sehat. Dipaparkan oleh penguji kendaraan bermotor Dishub Kabupaten Lamongan Vio Rizky, hasil pengujian berada pada kategori aman dengan angka karbon monoksida 0,02 sampai 0,03 dan kadar hidrokarbonnya sebesar 20 sampai 30.

Baca juga: Lele Sebarat 10 Kg, Milik Warga Plosowahyu Juarai Kolela, dan Dibeli Bos Namira Rp 25 Juta

"Kriteria lolos uji emisi pada kendaraan tahun 2007 itu jikan kadar karbon monoksidanya di bawah 1,5�ngan kadar hidrokarbonnya di bawah 200 PPM. Dari hasil pemeriksaan pada mobil sehat sangat aman atau layak beroperasi," jelasnya.

Pada pungkasnya Vio menekankan agar predikat layak beroperasi pada mobil sehat tetap berlaku harus rutin melakukan uji emisi setiap 6 bulan sekali. Serta harus diimbangi dengan servis oli, filter udara, roda, sirine, lampu, dan rem. jir

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru